Jumat, 25 Sep 2020

Para Supir Mengeluh, Truk Galian C Dilarang Melintas di Jalan Bandar Labuhan

admin Jumat, 01 Februari 2019 12:53 WIB
Ilustrasi.
Lubukpakam (SIB) -Sejumlah pengemudi yang bergabung dalam Perkumpulan Sopir/Pengusaha Truk Angkutan Barang 'Armada Jaya Deli Serdang' mengeluhkan kebijakan Aparat Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjungmorawa yang membuat peraturan pemakaian Jalan Amir Hamzah di daerah itu di luar kewenangannya.

Menurut para sopir, meski mereka telah mematuhi UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, namun mereka masih dilarang oleh sekelompok masyarakat untuk melintas di Jalan Amir Hamzah Desa Bandar Labuhan. Akibatnya para supir tersebut tidak dapat bekerja untuk mencari nafkah keluarganya.

Karena itu, Perkumpulan Sopir/Pengusaha Truk Angkutan Barang 'Armada Jaya Deli Serdang' telah meminta perlindungan hukum ke Polsek Tanjungmorawa melalui surat No. 03/AJDS/2019 tertanggal Januari 2019.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa di Jalan Amir Hamzah Desa Bandar Labuhan, ada sekelompok masyarakat yang melakukan penyetopan terhadap truk bermuatan galian C yang melintas di daerah itu, sementara truk-truk bermuatan lainnya yang melebihi tonase dibiarkan melintas. Karena itu, para supir meminta untuk diberi perlindungan hukum dan keamanan kepada mereka, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelumnya Kepala Desa Bandar Labuhan melalui suratnya No. 620.91/1401 tanggal 21 Desember 2018 menyurati Kadis perhubungan Deliserdang unuk meminta penjelasan tentang kelas Jalan Amir Hamzah sekaligus rambu jalan dan Pita Kejut. Selanjutnya Kepala Dinas Perhubungan Deliserdang melalui suratnya No. 551/92/PHB/2019 tanggal 25 Januari 2019 menjelaskan bahwa Jalan Amir Hamzah Desa Bandar Labuhan merupakan jalan kelas III.

Dijelaskan bahwa sesuai UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 19 ayat (2) huruf C menyebutkan bahwa jalan Kelas III yaitu Jalan Arteri, Kolektor, Lokal dan Lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 milimeter, panjang tidak melebihi 9.000 milimeter, tinggi 3.500 milimeter dan muatan sumbu terberat 8 ton.

Dalam peraturan yang dibuat di Desa Bandar Labuhan, sepertinya mereka tidak berpedoman pada UU No. 22 Tahun 2009. Mereka membuat aturan sendiri dengan hanya berpedoman pada roda truk yang melintas, sesuai dengan plank yang mereka buat di jalan tersebut, yaitu "melarang Truk Roda 6/10 (truk Galian C) melintas di Jalan Desa Bandar Labuhan, harap dipatuhi dan dihormati".

Kepala Desa Bandar Labuhan, Hajeman ketika dikonfirmasi tentang masalah ini mengatakan bahwa aturan yang mereka buat itu merupakan hasil keputusan rapat antara Kepala Desa, BPD, LKMD, Kepala Dusun dan Tokoh Masyarakat. (C06/l)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments