Selasa, 19 Nov 2019

Ujian Tulis SBMPTN USU dan Unimed Lancar

Panitia Antisipasi Modus Baru “Joki” Gunakan Media Kamera Canggih

Rabu, 10 Juni 2015 10:55 WIB
SIB/Dok
Rektor Unimed Prof Ibnu Hajar menijau pelaksanaan ujian SBMPTN di Medan, Selasa (9/6).
Medan (SIB)- Pelaksanaan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Negeri Medan (Unimed) dan Universitas Sumatera Utara (USU)  TA 2015/2016 berjalan lancar, Selasa (9/6). Panitia Lokal (Panlok) 14 Unimed mewaspadai perjokian yang sudah menggunakan alat canggih.

"Perjokian masuk perguruan tinggi sudah sangat canggih, peserta dilengkapi alat sistem kamera yang terkoneksi dengan joki. Alatnya itu bisa berbentuk kancing baju, kaca mata dan pulpen," kata Rektor Unimed Prof Ibnu Hajar MSi usai meninjau ujian tulis SBMPTN di MAN 1 Medan, Jalan Wiliem Iskandar Medan, Selasa (9/6) .

Didampingi Ketua Panlok 14, Prof Dr Khairil Ansari dan Kabag Humas Unimed M Surip, Ibnu mengatakan, panitia pusat mendeteksi bahwa media yang digunakan tidak lagi konvensional, tetapi sudah lebih canggih. "Sebelumnya perjokian dilakukan  menggunakan identitas orang lain, dan hanya bisa menyelesaikan satu atau dua orang saja. Jauh berbeda dengan menggunakan sistem media yang canggih, dalam sehari bisa menyelesaikan 20 peserta ujian," katanya.

Dikatakannya, dalam satu peserta yang menggunakan jasa joki dengan fasilitas kamera, bisa menghasilkan Rp 200 juta dalam sehari. "Panitia harus bisa menyesuaikan dengan keadaan sekarang ini. Justru itu, begitu peserta masuk, pengawas langsung mengarahkan peserta untuk mengumpulkan tas, alat komunikasi milik peserta selain pinsil B2 dan penghapus," katanya sambil menyebutkan,  pengawas harus sudah  mengenali media kamera pengintai dalam bentuk kacamata yang dipakai peserta.

Ibnu mengungkapkan, pihaknya dalam rapat terakhir dalam menghadapi SBMPTN ini sudah mengingatkan kepada 1.787 pengawas Unimed. "Disinyalir, seorang peserta yang meminta jasa joki  membayar Rp 10 juta. Apalagi sistem penjaringan sampai 20 orang. Hancurnya SBMPTN ini adalah akibat prilaku joki dan sistem kebocoran naskah SBMPTN," katanya.

Namun Ibnu memastikan, kebocoran naskah SBMPTN sangat kecil sekali. Pasalnya, dalam pengantaran pekerjaan terakhir  ke percetakan, dan dari Padang Sumatera Barat (Sumbar), naskah tersebut dikirim ke Unimed dengan pengawalan yang cukup ketat dari pihak kepolisian.

Dijelaskannya, jumlah pendaftar di Unimed 17.855 orang terdiri dari kelompok Sains dan teknologi (Saintek) atau IPA  4.715 orang, sedangkan Sosial dan Humaniora  (Soshum) atau IPS 7.957 orang , dan campuran atau IPC  5.183 pendaftar. Pendaftar 17.416 orang dengan kuota yang diberikan 30 persen atau  1.469 kursi.

Secara terpisah, Humas Panlok 15 Medan USU, Bisru Hafi mengatakan ujian yang hanya dilaksanakan satu hari itu tidak mengalami hambatan teknis dan berjalan lancar.

“Peserta ujian di USU 35.287 peserta dan yang diterima sekitar 2.096 orang. Secara umum,ujian dilaporkan berjalan dengan baik dan lancar,kata Bisru.

Hasil ujian SBMPTN akan diumumkan  Kamis, 9 Juli 2015 mulai pukul 17.00 WIB dan dapat diakses di laman resmi panitia : http://www.sbmptn.or.id  .Ujian di USU tidak ada peninjauan bersama wartawan sebagaimana lajimnya setiap tahun. Jumlah peserta ujian di USU dan Unimed 52.603 peserta dan yang akan diterima sekitar 3.565 orang. (A01/c)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments