Jumat, 13 Des 2019

Roy Fachraby Ginting SH MKn:

Pangdam XVII Jangan Ragu Bersihkan Bumi Papua dari Kaum Separatis

admin Sabtu, 08 Desember 2018 17:03 WIB
Medan (SIB)- Munculnya keinginan merdeka dari kelompok-kelompok di Papua dengan melakukan tindak kekerasan dan pembunuhan mendapat sorotan dari akademisi USU Roy Fachraby Ginting SH MKn. Negara harus hadir dan menindak keras dan tegas demi keutuhan NKRI, katanya.

Menurut Roy Fachraby, pelanggaran dan pembunuhan serta tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia ini dengan alasan untuk Merdeka tidak bisa dimaafkan dan pintu bagi mereka sudah tertutup. Saat ini opsi bagi mereka adalah menyerahkan diri dan harus mempertanggung-jawabkan perbuatan mereka yang sangat kejam dalam menghilangkan nyawa penduduk sipil. "Sekali lagi, negara akan tetap tegas bahwa tidak ada ruang bagi siapa pun untuk melakukan gerakan separatisme yang mengancam kedaulatan dan keutuhan negara," kata Roy Fachraby Ginting yang dosen dan staf pengajar Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan ini di Medan, Jumat (7/12) terkait 20 warga sipil dan 1 anggota TNI yang gugur dibantai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Dikatakan Roy, Pangdam XVII  Cenderawasih Papua, Mayjen Yosua Pandit Sembiring jangan pernah ragu untuk membersihkan bumi Papua dari kaum separatis untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI tercinta.

"Sepanjang perjalanan sejarah bangsa tentu akan terus ada gerakan-gerakan separatis yang dimulai dengan tumbuhnya gerakan radikal dan penyebaran kebencian serta permusuhan dan embrio ini melahirkan gerakan terorisme dan separatisme untuk merdeka lepas dari Indonesia atau ingin mengganti dasar negara dan ideologi Pancasila dan tentu akan selalu ada saja ujian terhadap pilar-pilar utama kehidupan bernegara, yakni UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Bahkan di era globalisasi dan era transformasi nasional dewasa ini, Indonesia kembali dihadapi dengan tantangan terhadap pondasi dan pilar utama bangsa kita. Itu," katanya.

"Terhadap rongrongan itu tentu kita harus menegaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara, sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsa, sudah final dan tidak ada tempat bagi kaum ini untuk hidup dan tinggal  di Indonesia," tegas Roy Fachraby.

Dia mengajak seluruh komponen bangsa untuk kembali menghidupkan, mengamalkan, dan memegang teguh Pancasila sebagai dasar negara.

Dikatakan Roy, Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar harus menindak tegas kelompok separatis yang terus melakukan tindak kekerasan kepada tim evakuasi yang hendak memasuki Puncak Kabo dan kelompok separatis melakukan serangan sekitar pukul 11.00 WIT pada Rabu (5/12) dan negara tidak boleh kalah dengan kelompok separatis ini.

Secara terpisah, teman-teman SD Percobaan Sei Petani Medan Baru, yang dulunya satu sekolah  dengan Mayjen TNI Yoshua Pandit Sembiring, antara lain Benyamin Bukit, Eddy Bukit, Alexander , Rachmadanus, Risma Sirait, Zipora Sembiring  dan lainnya mendoakan dan memberi support dalam group WhatsApp , agar Pangdam XVII beserta jajarannya dapat segera menciptakan rasa aman di Papua.(A01/d)

Editor: admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments