Jumat, 10 Jul 2020

PPRTBI Batalkan Semua Acara dan Minta Anggota Ikuti Anjuran Jaga Jarak

Kamis, 26 Maret 2020 20:34 WIB
Foto SIB/Dok
Ir Mandalasah Turnip SH
Medan (SIB)
Tokoh Punguan Pomparan Raja Turnip dohot Boruna se-Indonesia (PPRTBI) Ir Mandalasah Turnip SH di Medan, Selasa (24/3) mendukung punguannya membatalkan semua acara di ruang publik khususnya yang menghimpun massa dalam kelompok. Langkah itu dimaksudkan mengindahkan imbauan Presiden Joko Widodo dan anjuran Gubernur Sumut Edy Rahmayadi serta kepala daerah kabupaten kota termasuk Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution.

"Dalam maksud menekan wabah virus corona, social distance diperlukan tak semata menjaga jarak dengan individu lain tapi lebih baik di rumah sebagai bagian dari 'isolasi' dari massa," ujarnya sambil mengatakan jika harus berada di luar rumah pun meski dengan menjaga jarak sekitar 6 kaki atau 2 meter dari orang lain.

Dalam kaitan beribadah, di mana masih ada pembahasan perlu tidaknya hadir secara fisik, tokoh Katolik itu mengatakan, sebagai hamba yang memercayai Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Esa harus meyakini pula bahwa semua yang terjadi di jagad ini tidak secara kebetulan. "Tuhan menurunkan sesuatu dengan hikmah, meyakini bahwa ada pelajaran besar pada setiap bala. Manusia harus,” ungkapnya.

Mandalasah Turnip mengatakan, dari kondisi buruk yang terjadi di negeri yang mengalamai dampak meluasnya virus corona membuat manusia, lebih dewasa menyikapi masalah buruk yang melanda. “Dewasa menyikapi berita-berita yang terus update di dunia maya, dewasa memahami betapa berharganya silaturahmi dan interaksi sosial, beribadah atau berjamaah di rumah ibadah masing-masing agama, dewasa pula memaknai kekuasaan pemerintahan bahkan kekuasaan dunia, yang sesungguhnya tidak ada apa-apanya di Mata Tuhan Sang Pencipta Alam,” urainya.

Menurutnya, ia sangat simpatik dengan untaian kalimat yang mungkin telah juga sampai ke ponsel warga dunia, tentang hikmah di balik bencana virus corona. "Terbukti secara realita ketika kita mencermati tentang kondisi aktivitas manusia yang larut dengan kebiasaan kini tersentak dengan efek positif mewabahnya virus corona. Penutupan bar, klub malam, rumah bordil, kasino dan tempat orang berbuat maksiat,” katanya.

Untuk dunia usaha, ujarnya, yang secara langsung terimbas namun pada pengusaha dapat mengonsolidasikan diri karena kebijakan pemerintah meminta bank menurunkan suku bunga. "Menurunkan suku bunga bank untuk stabilitas perekonomian bangsa. Corona membawa keluarga kembali ke dalam rumah dan melakukan aktivitas hanya bersama anggota keluarga."
Secara global, lanjutnya, dengan adanya pandemi virus corona memindahkan alokasi anggaran militer menjadi anggaran perawatan kesehatan demi menyelamatkan manusia.

Corona juga mampu melemahkan para diktator dunia yang selama ini sombong luar biasa. Corona membungkam kesombongan negara yang menganggap dirinya paling hebat dan tak terkalahkan. "Yang pasti, karena pandemi virus mematikan itu membuat manusia banyak berdoa dan berharap pada-Nya dan tidak semata-mata mengandalkan sains dan teknologi. Dan negara yang punya pimpinan terobsesi urusan duniawi jadi lebih memerhatikan rakyatnya. Corona juga mengajarkan etika bersin, menguap dan batuk yang baik dan benar.

Corona membuat kita tinggal di rumah dan pola hidup sehat dan sederhana. Corona mampu memahamkan manusia tentang kehebatan virus kecil menaklukkan tujuh miliar manusia." (R10/f)


T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments