Selasa, 21 Jan 2020
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • PDIP akan Semakin Besar, Jika Jokowi Menjadi Ketua Umum dan Pemerintahannya Semakin Kuat

PDIP akan Semakin Besar, Jika Jokowi Menjadi Ketua Umum dan Pemerintahannya Semakin Kuat

admin Sabtu, 26 Januari 2019 14:49 WIB
SIB/INT
Ilustrasi
Medan (SIB)-Jika Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sudah lelah dan ingin pensiun dari dunia politik, maka figur yang paling baik penggantinya adalah Joko Widodo (Jokowi). Ini adalah pintu masuknya kembali tokoh dan figur nasionalis ke partai banteng itu. Hal itu dikatakan pengamat sosial politik USU Roy Fachraby Ginting SH MKn di kampus Padang Bulan Medan, Jumat (25/1) mengomentari pendapat Direktur Eksekutif Charta Politica Yunanto Wijaya yang menilai Presiden Jokowi menjadi salah satu nama dari luar trah Soekarno yang bisa meneruskan kepemimpinan di PDI Perjuangan pada masa mendatang, menggantikan Megawati Soekarno Putri.

Dikatakan Roy Fachraby, Jokowi adalah kader partai yang telah teruji dan beliau pernah menjadi Wakil Ketua DPD Jawa Tengah. Dia merasakan betul suka dukanya sebagai pimpinan partai dan merasakan bahwa PDIP telah membesarkan Jokowi sebagai Wali kota Solo, Gubernur Jakarta dan kini Presiden RI.

"Sehingga dalam konteks seperti itu, Jokowi akan lebih berkonsentrasi menjadi Presiden RI dan kepemimpinannya akan semakin kuat dengan stabilitas kekuatan politik yang dia akan pimpin dan seluruh kader partai tentu akan memberikan dukungan penuh," ujar Roy.

Menurut dia, Jokowi adalah kader PDIP yang tangguh dan memulai karier politiknya di PDI Perjuangan pada tahun 2005. Saat beliau mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Solo bersama Ketua DPC PDI-P Solo F.X Hadi Rudyatmo. Selanjutnya, tahun 2010,
Jokowi sebagai Wakil Ketua DPD PDI-P Jawa Tengah. Karier politik Jokowi mencapai puncak setelah sukses memenangkan Pilpres 2014 meski hanya berstatus kader PDI-P.

Dikatakan Roy, PDIP masa depan akan menjadi rumah besar kaum nasionalis yang sebenarnya bila Jokowi menjadi ketua umum PDIP. Apalagi bila hal ini sejalan dengan program 'political leadership' yang kelak dikedepankan dalam membesarkan PDI Perjuangan dan tentu partai harus mencari sosok sekelas Megawati dengan nilai plus usia muda yang mampu menjadi magnet ideologis dan pemersatu di PDIP, kata Roy Fachraby yang aktif sebagai dosen Filsafat dan Etika di USU ini.

Dikatakannya, bahwa rekrutmen kepemimpinan partai politik dihadapkan pada fakta empiris yang menyebutkan, tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik sangat rendah dan hal itu sejalan dengan tingkat kepercayaan publik bahwa partai politik mampu melahirkan kepemimpinan politik juga tidak berbeda rendahnya dan hal itu tentu harus dibenahi dengan melahirkan pemimpin partai yang lahir dari rakyat dan kepemimpinannya kuat dan berakar dan itu ada pada sosok Jokowi, ungkap Roy Fachraby.

"Ini gejala yang sebenarnya meresahkan kita bahwa partai itu kelembagaannya belum maksimal. Ini salah satu indikatornya adalah kaderisasi dengan lahirnya pemimpin partai secara alamiah dengan proses kaderisasi dan bukan lagi karena keturunan atau kader-kader karbitan karena dekat dengan elit partai dan hal ini mutlak harus dilakukan bila ingin PDIP semakin besar ke depan," terangnya.

Roy Fachraby mengingatkan bahwa selama ini pada praktiknya, partai politik seringkali menggunakan 'jalan pintas', yakni mengabaikan proses rekrutmen dan "membajak" sosok-sosok populer untuk dipasang dalam jabatan strategis.

"Ini gejala presidensialisasi partai politik atau personalisasi partai politik. Artinya partai bergantung pada figur, bukan pada sistem. Sistem melahirkan kaderisasi yang banyak dan sehingga partai punya kadernya sendiri untuk diajukan menjadi calon presiden dan itu akan dilakukan Jokowi secara terbuka bila beliau menjadi Ketua umum PDIP," kata Roy Fachraby.

Oleh karena itu, kata Roy, PDI-P akan semakin kuat dan tetap akan menjadi partai masa depan yang bertahan jika melakukan hal ini. Apalagi dalam internal PDI-P yang menyatakan bahwa Jokowi adalah kader tulen yang telah teruji dan terbukti dalam membesarkan PDIP dengan kepemimpinannya sebagai Presiden dan dalam internal partai, maka sudah menjadi kewajiban Jokowi untuk tetap membesarkan PDIP yang tentunya harus berbenah dalam hal rekrutmen dan kaderisasi yang terbuka sehingga PDIP masa depan adalah partai rakyat sejati, kata Roy Fachraby Ginting. (A01/q)
T#gs Jika Jokowi Menjadi Ketua Umum dan Pemerintahannya Semakin KuatPDIP akan Semakin Besar
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments