Sabtu, 14 Des 2019

Organda Kecam Pergub No 38/2012 Tentang Peremajaan Taksi Bandara

redaksi Kamis, 14 November 2019 19:55 WIB
kompasiana.com
Taksi bandara
Medan (SIB)
Organisasi Angkutan Darat (Organda) Medan mengecam Peraturan Gubernur (Pergub) Sumatera Utara No 38/2012 tentang Pedoman Penyelenggaraan Izin Angkutan Pemadu Moda Berdasarkan Kualitas (Quality Licensing) karena dianggap menghambat peremajaan taksi di Bandara KNIA.

Menurut Sekretaris Organda Kota Medan Jaya Sinaga, Pergub Sumut tersebut membuat pembatasan bahwa moda taksi Bandara harus kendaraan sedan. Padahal jika mengacu peraturan yang lebih tinggi lagi, yakni undang-undang maupun peraturan menteri, justru hal seperti itu tidak ada diatur.

"Kondisi tersebut sangat meresahkan. Karena itu Gubernur Sumut harus segera merevisi Pergub tersebut," kata Sinaga kepada wartawan di Medan, Rabu (13/11).

Jaya didampingi Ketua Organda Medan Mont Gomery Munthe mengungkapkan keheranannya. Apalagi di Bandara lain ternyata membolehkan taksi nonsedan untuk beroperasi. Karena itu, Gubernur Sumut harus segera merubah ketentuan dimaksud, mengingat penggunaan sedan dengan spesifikasi ekonomi sebagai taksi sudah tidak diproduksi lagi.

Kalaupun beralih kepada salah satu merek mobil sedang, kemungkinan besar pengusaha tidak mampu mengingat harganya cukup tinggi. Untuk itu, sebut Jaya alternatif yang patut dijadikan solusi adalah kendaraan minibus atau semi sedan dari beberapa merek.

Dalam keterangannya Jaya juga menyesalkan lambannya proses perpanjangan perizinan trayek yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Sumut, sehingga sangat merugikan para pengusaha angkutan yang bergabung dalam Organda.

"Diharapkan kepada Kepala Dinas Perhubungan Sumut untuk segera merespon kondisi tersebut," ungkapnya seraya meminta pihak Angkasa Pura II juga merespon kondisi itu.

Hal senada disampaikan Ketua Organda Deliserdang Frans Tumpu Simbolon yang ditemui terpisah. Dia menilai Gubernur Sumut harus sesegera mungkin merevisi Pergub No 38/2012 tersebut karena hanya mencantumkan taksi jenis sedan sebagai angkutan di Bandara KNIA.

Menurut Frans, revisi itu sudah sangat mendesak mengingat perkembangan dunia pertransportasian bergerak sangat pesat. Karena itu ketentuan yang diterbitkan harus mengacu serta menyesuaikan kondisi yang ada di lapangan. (M12/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments