Minggu, 27 Sep 2020

Operasi Transplantasi Hati di RSUP Adam Malik Berlangsung 12 Jam

Selasa, 22 September 2015 15:16 WIB
Medan (SIB)- Operasi bedah transplantasi hati yang pertama kalinya dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan berlangsung lancar selama 12 jam. Kondisi pasien saat ini sudah stabil, dan kita berharap tidak ada kejadian yang tidak diinginkan," kata Direktur Utama RSUP H Adam Malik Medan dr Yusirwan Yusuf kepada SIB di Medan, Senin (21/9) malam.

Dikatakannya, pasca operasi ini akan terlihat perubahan kesehatan semakin membaik kepada pasien selama tiga minggu kemudian. "Kalau di Korea Selatan kelihatan perubahan dua minggu kemudian. Selama tiga minggu ini kita lihat reaksi tubuh pasien," ujarnya.

Sementara, Direktur Medik dan Keperawatan Mardianto mengatakan, operasi ini adalah pertaruhan yang sangat mahal. "Jika ini berhasil, prestasi yang sangat luar biasa buat kita. Semoga operasi yang baru pertama kali dilakukan di Sumatera ini berhasil. Kita mohon doa dari seluruh masyarakat Sumatera, khususnya Sumut untuk keberhasilan tim dokter kita,” ungkap Mardianto.

Persiapan transplantasi hati ini, lanjutnya, sudah lama dilakukan. Banyak hal yang dipersiapkan untuk memantapkannya. Termasuk kesiapan dokternya, dr Budi Irwan dan dr Erjand Fikri yang sempat mengikuti pendidikan di Korea Selatan selama tiga bulan. “Transplantasi ini langsung dilakukan dokter kita dan dibantu dokter Korsel. Harapannya, operasi ini berhasil,” harapnya.

Pantauan wartawan di kamar bedah IGD RS Adam Malik Medan lantai 2 yang dijadikan tempat operasi transplantasi hati, Syafri Yasid (62) penduduk Jalan Salak Medan, dengan pendonor yang merupakan anak kandungnya sendiri, Yovid Fedri (31) dilaksanakan terlihat sepi.

Di pojok ruang bedah itu tampak dua petugas duduk menjaga di depan pintu ruangan yang tertutup rapat. Dua lembar kertas berisikan urutan nama tim dokter, perawat baik dan petugas lainnya dari RSUP H Adam Malik maupun dari Korea sebanyak 55 orang terlihat sudah dicek list oleh si empunya nama.

Sebelumnya, beberapa dokter, petugas dan staf humas kemudian menuju lantai 4 dengan menggunakan lift. Di sana, di ruangan yang telah disediakan itu sudah terpasang dua layar berukuran 2x2 meter yang ditempel di dinding. Hanya saja layar tersebut masih kosong. Bahkan teknisinya juga belum hadir.

Di sana juga terlihat beberapa dokter duduk menunggu di barisan depan yang memang tersedia. Di antara para dokter itu, Azriati (62), isteri Syafri Yasid yang menjalani transplantasi hati ditemani anak perempuan satu-satunya juga sudah berada di sana.

Wajahnya terlihat sedikit tegang, seolah tak sabar melihat langsung jalannya operasi yang baru pertama kali dilaksanakan di Sumut, bahkan se-Sumatera. Ia belum dapat berkomentar banyak terkait transplantasi hati yang dijalani oleh orang-orang yang dikasihinya itu. "Saya ditemani anak saya. Yang donor hati adalah anak bungsu saya," kata ibu dengan tiga putra dan satu putri ini.

Yovid Fedri, lanjutnya, merupakan putra bungsunya yang sudah menikah dan dikaruniai seorang anak. “Saat ini, isterinya maupun abang, kakak Yovid juga ada di sini, menunggu operasi ini selesai,” tuturnya seraya berharap transplantasi itu berjalan lancar dan keduanya pulih seperti sedia kala.

Dalam operasi itu, tim dokter menggunakan alat-alat yang sangat canggih. Saat membelah dada Yovid, tidak banyak darah yang terlihat keluar. Begitu juga, saat dokter membelah hati Yovid, tak ada setetespun darah membasahi hatinya. Tim dokter terlihat sangat berhati-hati memotong jaringan hati yang sangat lunak itu. (A21/y)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments