Selasa, 21 Jan 2020
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Oknum Anggota DPRD Deliserdang Didemo, Dituding Telantarkan Istri Siri dan Anak

Oknum Anggota DPRD Deliserdang Didemo, Dituding Telantarkan Istri Siri dan Anak

* Penasihat Hukum Bantah Tudingan
redaksi Kamis, 12 Desember 2019 14:44 WIB
Foto SIB/Jekson Turnip
MEDIASI: Anggota Dewan, Siswo Adi Suito bersama Kabag Humas Sekretariat DPRD Deliserdang, Buyung Hasibuan serta lainnya mediasi Suci Anjani didampingi kuasa hukumnya soal dugaan penelantaran oleh oknum anggota DPRD, Selasa (10/12) di Lubukpakam.
Lubukpakam (SIB)
Oknum anggota DPRD Deliserdang berinisial CMR (33) dituding menelantarkan istri siri, Suci Anjani (25) dan seorang anak berusia 8 bulan warga Desa Purwodadi, Kecamatan Sunggal. Hal itu terungkap saat Suci datang mengadu ke DPRD Deliserdang di Lubukpakam, Selasa (10/12).

Suci Anjani datang bersama puluhan mahasiswa yang juga melakukan aksi unjuk rasa terlebih dahulu ke kantor dewan. Ia mengakui bahwa dari hubungan bersama CMR membuahkan satu orang anak. Namun setelah berhubungan, ia mengaku merasa ditelantarkan CMR pasca dinikahi siri pada 4 November 2018.

"Saya masih istri orang. Namun saya sebenarnya ingin bercerai, karena suami saya itu sudah menikah lagi. Rumah kami (dengan CMR -red) di Desa Purwodadi sebenarnya depan-depanan," kata Suci.

Suci menjelaskan bahwa hubungannya dengan CMR yang juga sudah berkeluarga tersebut, mulai pada akhir tahun 2017. Saat itu, dia berniat untuk menceraikan suaminya, dan pada saat itu juga CMR menawarkan diri untuk membantu menolong persoalan rumah tangganya di Pengadilan Agama. Komunikasi semakin intens dilakukan dan CMR memanfaatkan momen untuk mengungkapkan perasaan.

"Waktu itu dia bilang kalau suka sama saya. Dia bercerita bahwa sejak saya gadis sudah ia kagumi. Selanjutnya kami sempat pacaran melalui momen urusan di Pengadilan Agama," aku Suci.

Meski masih terikat hubungan pernikahan dengan suami pertamanya dan sudah mempunyai dua anak, Suci mengaku bahwa ia sempat melakukan hubungan suami istri dengan CMR, tidak ada unsur paksaan.

Suci dan kuasa hukum serta perwakilan mahasiswa diterima anggota DPRD Deliserdang, Siswo Adi Suwito bersama Kabag Humas Sekretariat DPRD Deliserdang, Buyung Hasibuan yang dikawal personil kepolisian. Buyung menyebut karena Alat Kelengkapan Dewan (AKD) belum terbentuk, persoalan itu menjadi catatan pihaknya untuk diteruskan selanjutnya ke pihak Badan Kehormatan Dewan jika sudah terbentuk.

Sementara itu pihak CMR membantah tuduhan yang telah disampaikan oleh Suci. Penasihat hukum CMR, Zulfahmi Harahap menjelaskan kalau dalam kasus itu ada pihak yang ingin merusak nama baik kliennya. Menurutnya, jika memang ada pihak yang perlu dimintai pertanggungjawaban secara hukum, ia mempersilahkan Suci membawa kasus tersebut ke pihak berwajib.

"Saya orang hukum, jadi kita juga ingin melihat fakta hukumnya seperti apa. Saya juga tidak mau dengan versi dia (Suci -red) saja yang mau kita dengar, karena ujung tuntutan melalui unjuk rasa itu belum kita mengerti alias tidak jelas. Kalau dibilang asusila, siapa yang jadi korbannya? Kalau dibilang ada perzinahan mana buktinya? Kan tidak ada suaminya melapor? Mana fakta hukumnya, kan tidak ada?," tanya Zulfahmi.

Ia meminta agar dalam hal ini media juga ikut berpikir jernih. Jika memang pihak Suci merasa ada yang tidak ditanggungjawabi, silahkan melakukan upaya hukum. Kalau memang merasa ada anak yang ditelantarkan, dipersilahkan untuk lapor ke polisi karena ada Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Persoalan ini kita kordinasikan sama pak CMR. Kita juga akan lakukan upaya hukum. Kalau dia merasa ada yang harus dipertanggungjawabkan seharusnya lakukan upaya hukum. Jangan sampai ditunggangi orang-orang yang ingin punya kepentingan dan ingin merugikan pak CMR," imbuh Zulfahmi. (T05/t)


T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments