Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • NU Sumut Imbau Masyarakat Jangan Terpancing oleh Beredarnya Hoax Pasca Penusukan Wiranto

NU Sumut Imbau Masyarakat Jangan Terpancing oleh Beredarnya Hoax Pasca Penusukan Wiranto

bantors Senin, 14 Oktober 2019 14:14 WIB
Drs HM Hatta Siregar MSi
Medan (SIB) -Pasca penusukan Menkopolhukam RI H Wiranto di Pandeglang beberapa hari yang lalu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sumut mengimbau masyarakat agar menahan emosi dan jangan terpancing beredarnya hoax di media sosial (medsos). Imbauan itu disampaikan Sekretaris PWNU Sumut Drs HM Hatta Siregar MSi, Minggu (13/10).

Seperti diketahui, setelah terjadi penusukan terhadap mantan Panglima ABRI itu muncul hoax dan fitnah yang diposting sejumlah akun facebook bahwa peristiwa tersebut sandiwara bahkan direkayasa.

Pihak NU, kata Hatta, sangat menyayangkan pelaku penusukan pernah tinggal di Kota Medan dan terlibat jaringan terorisme. "Tentunya ini masalah hukum, kita serahkan kepada Polri untuk membongkar jaringan terorisme hingga tuntas," pintanya.

Hatta Siregar meminta agar jangan ada yang mengaitkan kasus ini dengan masalah agama. Menurutnya, tidak ada agama manapun yang mengajarkan kekerasan. "Jangan ada yang mengaitkan dengan Islam. Karena Islam adalah agama damai, rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin). Islam pasti mengutuk segala bentuk kekerasan seperti ini," jelasnya.

Siregar menyatakan, penyerangan yang dilakukan kelompok radikal terhadap Wiranto adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan agama atau kepercayaan apapun.

"Pak Wiranto selaku Menkopolhukam RI merupakan pengemban amanah di bidang keamanan negara, sehingga yang diserang adalah simbol negara. Itu artinya, yang diserang hakikatnya adalah keamanan negara, rasa aman masyarakat," tuturnya mengakhiri.
Sebelumnya juga, MUI mengutuk keras penyerangan disertai penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto. MUI menegaskan tindakan terorisme bukan bagian Islam.

"Islam tidak mengajarkan nilai-nilai kekerasan, merusak atau membuat ancaman ketakutan. Jadi, tidak benar kalau teroris itu bagian dari ajaran Islam," kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi, Sabtu (12/10). (M17/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments