Minggu, 09 Agu 2020
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Mulia Asri Rambe: Ir Akhyar Nasution Gagal Paham Tentang Pemanggilan Pansus Covid-19 DPRD Medan

Mulia Asri Rambe: Ir Akhyar Nasution Gagal Paham Tentang Pemanggilan Pansus Covid-19 DPRD Medan

Senin, 06 Juli 2020 10:53 WIB
Foto: Dok/Mulia Asri Rambe
Mulia Asri Rambe
Medan (SIB)
Anggota Komisi I DPRD Medan Mulia Asri Rambe menilai Plt Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution gagal paham dengan panggilan Pansus Covid-19 DPRD Medan.

“Pemanggilan Pansus Covid-19 DPRD Medan terhadap Ir Akhyar Nasution yang bertugas sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Kota Medan, bukan sebagai Plt wali kota,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (4/7) di Medan.

Disebutkan Politisi Partai Golkar itu, Akhyar harus bisa membedakan dirinya sebagai Ketua GTPP Covid-19 dan Plt wali kota. Karena diketahui Pansus Covid-19 DPRD Medan memanggil Akhyar dalam kapasitasnya sebagai Ketua GTPP Covid-19 Medan.

"Atau, mungkin dia lupa kalau dia Ketua GTPP Covid-19," ujarnya. Dijelaskannya, dalam UU 13/2017 sebagai pengganti UU 17/2014, diamanahkan jika DPRD mempunyai hak untuk memanggil, saat melakukan penyelidikan terhadap suatu permasalahan.

"DPRD bisa memanggil siapa saja pejabat yang ada di daerahnya serta masyarakat yang dianggap mengetahui atau patut mengetahui masalah yang diselidiki untuk memberikan keterangan dan menunjukkan surat atau dokumen yang berkaitan untuk diselidiki. Itu ada haknya," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Bayek itu menjelaskan, dalam UU tersebut pejabat, badan hukum ataupun masyarakat yang dipanggil DPRD, wajib memenuhinya. "Boleh dia tidak datang dengan pencualian yang sah menurut aturan perundang-undangan," sebutnya.

Dalam aturan Perundang-undangan juga diingatkannya kepada Akhyar, DPRD dapat memanggil paksa jika dalam 3 kali pemanggilan secara berturut tidak hadir. (M13/f)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments