Minggu, 22 Sep 2019

Moderamen GBKP Apresiasi Kedewasaan Iman Umat Kristiani Menyikapi Kasus UAS

admin Kamis, 22 Agustus 2019 11:52 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Peran tokoh agama dalam menjaga dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat penting, sebab umat sangat menghormati para ulama. Begitu juga pengaruh tokoh agama akan terasa pada umatnya melalui pengajaran dan cara hidupnya, sebab tokoh agama sangat diharapkan memberikan keteladanan.

"Sebagai ulama tentu sudah menjadi kewajibannya untuk menyampaikan nilai-nilai iman kepada penganutnya," kata Sekretaris Umum Moderamen GBKP Pdt Rehpelita Ginting STh MMin, Rabu (21/8).

Pihaknya berharap agar para tokoh agama melalui khotbah, ceramah serta menjawab pertanyaan dari umatnya tidaklah perlu mengkritisi atau menilai keyakinan orang lain yang berbeda iman dalam rangka untuk meyakinkan iman umatnya.

Alangkah naifnya ketika seorang ulama menilai keyakinan orang lain dengan sudut pandang atau 'kacamata' yang tidak sesuai dengan fakta yang dilihat. Apalagi memberikan penilaian yang sangat dangkal tanpa memahami dengan benar apa yang dikomentarinya.

"Memang salah satu godaan untuk meyakinkan sebuah keyakinan kita yang paling benar dengan mengatakan keyakinan orang lain salah dan jelek. Sesungguhnya kebaikan dan kebenaran kita bukan menentukan orang lain yang tidak baik dan benar," ujarnya.

Menurutnya, salah satu ketakutan berkurangnya umat menyebabkan khotbah, ceramah dan menjawab pertanyaan yang disampaikan ulama mencari kekurangan dan kelemahan agama orang lain, agar umatnya semakin kuat pada keyakinannya.

"Sehingga umatnya semakin fanatik dan radikal dalam keyakinan. Namun semakin membenci dan memisahkan diri dengan orang yang tidak sama keyakinannya," kata Rehpelita Ginting.

Menyikapi ceramah Ustad Abdul Somad (UAS) yang sedang viral di tengah-tengah masyarakat, Rehpelita mengatakan momen ini menjadi sebuah pelajaran bagi semua.

"Kita berharap para ulama dalam memberikan ceramahnya memberikan pengertian yang benar tentang keyakinan agamanya tanpa menyinggung keyakinan agama orang lain. Jikalau kita berbicara tentang iman orang lain, cobalah kita hati-hati mendapatkan sumber yang benar dengan memakai sudut pandang mereka sehingga kita dapat memahaminya dengan benar," sebutnya.

Pihaknya mengapresiasi sikap dewasa telah ditunjukan oleh umat Kristiani dengan tidak melakukan reaksi yang berlebihan karena prinsip mengampuni merupakan esensi dari sebuah iman. Menghentikan perbuatan yang tidak baik dengan melakukan tindakan yang tidak baik pula. "Bukanlah sebuah aib jikalau kita meminta maaf atas kesalahan dan kekeliruan kita," tuturnya.

Seorang ulama bisa saja jatuh pada kesalahan dan kekeliruan. Dia (ulama) akan lebih dihargai ketika berani meminta maaf, bukan justru melakukan pembelaan dan menutupi kesalahannya. Peran tokoh agama melalui khotbah dan ceramahnya sangat penting untuk membangun dan mempertahankan NKRI.

"Semua umat tentu mengharapkan damai dan tenang hidup di negara kita ini. Biarlah khotbah dan ceramah kita semua terimplementasi dalam rangka semangat menjaga NKRI," harapnya. (M17/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments