Rabu, 23 Okt 2019

Metode ‘Bubur Panas’ Pembangunan Sergai Dimulai dari Daerah Pinggiran

Senin, 18 Mei 2015 11:07 WIB
Sergai (SIB)- Bupati Serdangbedagai (Sergai) Ir H Soekirman mengaku memiliki metode ampuh untuk membangun suatu daerah sehingga bisa lebih cepat berhasil dan merata pembangunannya. Metode itu pun disebutnya dengan metode ‘bubur panas’.

“Metode bubur panas dilakukan dengan membangun suatu daerah yang pembangunannya dimulai dari daerah pinggiran,” ungkapnya menjawab SIB di sela-sela acara budaya ‘Kerabat’ (Kerukunan Masyarakat Batak)  belum lama ini,  di Desa Pematangterang, Kecamatan Tanjungberingin, Sergai.

Seperti makan bubur panas, ujarnya, supaya lebih mudah memakannya, tentu dengan menyisir bubur dari bagian pinggir mangkok sedikit demi sedikit. 

Demikian juga dengan membangun suatu daerah. Kalau mau maju,  pembangunan harus dimulai dari wilayah yang paling pinggir. Wilayah pinggiran atau pedesaan harus diprioritaskan pembangunannya hingga terus dilakukan sampai ke wilayah tengah atau perkotaan.

Jika semua daerah pinggiran sudah terbangun, menurutnya, secara otomatis akan mendukung terhadap pembangunan di inti kota.  Sebaliknya, jika pembangunan dimulai dari inti kota, maka akan sulit untuk meneruskannya sampai ke daerah pinggiran. Karenanya, wilayah pinggiran pun akan terus terpinggirkan dan menjadi daerah terisolir yang kemudian berdampak terhadap kesejahteraan masyarakatnya.

Demikian halnya di Sergai, dia mengakui masih banyak wilayah pinggiran di daerah ini yang butuh perhatian serius dari pemerintah. Di satu sisi, anggaran terbatas. “Jadi, di keterbatasan anggaran itulah kita manfaatkan untuk memprioritaskan pembangunan dari wilayah pedesaan. Eksekutif dan legislatif harus satu persepsi bagaimana pembangunan dimulai dari desa. Desa terbangun, masyarakat pasti sejahtera,” tegasnya. (A26/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments