Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Masyarakat Ramai Gadaikan Barang di Kantor Pegadaian untuk Biaya Sekolah dan Ramadhan

Masyarakat Ramai Gadaikan Barang di Kantor Pegadaian untuk Biaya Sekolah dan Ramadhan

Rabu, 10 Juni 2015 11:06 WIB
Medan (SIB)- Sejak  akhir Mei 2015 bulan lalu menurut  Kepala Cabang Pengadaian Sunggal Suhartono sudah ada lonjakan  peningkatan jumlah masyarakat yang datang untuk menggadaikan sejumlah barangnya ke kantor-kantor pelayanan Pegadaian.

Menurutnya, tingginya animo masyarakat untuk menggadaikan berbagai jenis barang tersebut dipicu  meningkatnya sejumlah kebutuhan tahunan, seperti biaya untuk anak ujian sekolah, biaya masuk kuliah dan keperluan lainnya.

Dia menjelaskan, lonjakan tersebut akan terlihat lebih meningkat lagi ketika memasuki bulan Ramadhan dan mendekati Lebaran nanti.

"Sudah mencapai 25-30 persen lah peningkatannya. Nanti mau menjelang puasa dan Lebaran Idul Fitri, kebutuhan masyarakat lebih meningkat lagi, maka jumlah nasabah yang datang ke pegadaian pun dipastikan akan melonjak " ujar Tono kepada SIB Selasa (9/6).

Menurutnya ada beberapa program yang saat ini sedang digulirkan  Pegadaian seperti  Program Mulia yaitu  penjualan logam mulia kepada masyarakat secara angsuran dengan  proses cepat dan dalam jangka waktu yang fleksibel. "Melalui program ini masyarakat bisa membeli emas dengan berat dari 5 gram hingga 1 kilogram  dengan uang muka 20 hingga 40 persen dan angsurannya  nyicil ke Pegadaian" ujarnya.

Dia juga menambahkan saat ini Pegadaian juga punya Program Kreasi yaitu Kredit Angsuran Sistem Fidusia.  Kredit ini diperuntukkan bagi UMKM untuk pengembangan usaha dengan pinjaman sebesar Rp 3 juta hingga Rp 100 juta.

 "Program kreasi ini dapat diperoleh di kantor cabang Pegadaian di seluruh Indonesia saat ini. Pegadaian sudah semakin dekat dengan semua kalangan masyarakat. Selain sebagai tempat menggadaikan barang, Pegadaian juga menjadi pilihan yang tepat untuk berinvestasi" pungkasnya. (DIK-DH/c)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments