Minggu, 18 Agu 2019

Masyarakat Deliserdang Makin Berani Laporkan Kekerasan Anak dan Perempuan

admin Senin, 14 Januari 2019 13:45 WIB
SIB/INT
Ilustrasi

Lubukpakam (SIB)- Saat ini masyarakat makin berani melaporkan kekerasan terhadap anak-anak maupun perempuan di Kabupaten Deliserdang. Selama ini korban kekerasan merasa diancam atau tidak tahu tempat melapor, namun sekarang sudah tahu dan semakin paham arti kesadaran perlindungan anak dan perempuan. "Keberanian melapor tindak kekerasan sudah meningkat karena sudah dijamin dan berkat semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan hak-hak anak.

Masyarakat tidak lagi menganggap kekerasan terhadap anak terutama kekerasan seksual sebagai masalah internal, tabu atau aib," Kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk KB dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (P2KBP3A) Deliserdang Dra Hj Rabiatul Adawiyah Lubis dan Kabid Perlindungan Anak Darno SSos saat berbincang- bincang dengan SIB, Jumat (11/1) di ruang kerjanya di Lubukpakam.

Menurut Rabiatul, angka kekerasan akan terekplorasi semakin tinggi maka tentu saja pemerintah terus meningkatkan kualitas layanan. Seperti memberikaan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak, termasuk menangani berbagai kasus kekerasan yang terjadi bersama para pihak yang memiliki komitmen serupa.

Untuk mendukung pembangunan yang responsif pada anak, katanya sudah dibentuk Tim Data Simfoni (Sistem Informasi Online) perlindungan perempuan dan anak. Terdiri dari multi stakeholder mulai Dinas P2KBP3A, Dinas Sosial, Polres, Rumah Sakit Umum (RSU), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Deliserdang. "Jadi setiap bulannya para stakehoder itu membuat laporan tentang kekerasan perempuan dan anak yang terintegrasi ke pusat.

Jadi jika ada kekerasan saat ini tidak bisa disembunyikan lagi karena stake holder pastinya saling mendapat laporan yang sama untuk bagaimana cara ambil langkah pertama dalam penyelesaian," papar Rabiatul sembari berharap semua pihak mau kerjasama untuk menperkecil angka kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Deliserdang.

Sementara Darno mengatakan, setiap kali menerima laporan maka langkah pertama yang dilakukan yaitu melakukan mediasi bersama para tokoh, Kades atau lurah, Babinkamtibmas dan Babinsa. Karena tidak semua masalah berujung ke penjara. Ditanya jika kasus di lapangan sudah dimediasi, maka selanjutnya tindakan dari Dinas P2KBP3A akan memasilitasi hak-hak korban. "Kalau bisa tidak dipidana, mengapain dipidana. Kita selesaikan dulu dengan cara musyarawah dengan memanggil tokoh-tokoh," ungkap Darno.

Jika korban menginginkan pelaku harus dipenjara maka pihak Darno mewakili Dinas siap mendampingi sampai ke Polres. "Nanti di Polres tentu akan dimediasi lagi, sampai ke Kejaksaan pasti akan dimediasi lagi, sampai ke Pengadilan pasti dimediasi lagi.

Kalo tidak berhasil lagi maka pelaku divonis atau dipenjara," terangnya. Menurut Darno, kekerasan yang banyak di Deliserdang akibat perkembangan teknologi. "Para remaja berpacaran melalui medsos dan ada istilah tren kalo tidak melakukan intim bukan pacaran namanya. Waktu melakukan atas dasar suka sama suka, ketika putus maka timbul lah masalah karena merasa tidak ditanggungjawabi. Begitulah kasus yang kebanyakan ditangani," sebutnya.

Untuk kekerasan orang dewasa terhadap anak ada juga di Deliserdang, maka pihaknya dari dinas kerap lakukan sosialisai. "Sehingga nantinya diharapkan para orang tua akan takut melakukan kekerasan. Ancaman saat ini ditambah, apabila kekerasan dilakukan ada hubungan keluarga maka vonis ditambah 1/3 ancaman," imbuh Darno menutup.(C06/d)

T#gs Masyarakat Deliserdang Makin Berani Laporkan Kekerasan Anak dan Perempuan
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments