Rabu, 13 Nov 2019

Dijadikan Proyek Property

Massa KNPI Demo Soroti Penguasaan Lahan Eks HGU PTPN II di Tembung

Selasa, 09 Juni 2015 10:50 WIB
SIB/Roy Damanik SKom
DEMO: Puluhan organisasi KNPI menggelar aksi demo dengan berorasi serta membentangkan spanduk dan poster di bangunan ruko simpang Pasar 7 Tembung Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, Senin (8/6).
Medan (SIB)- Puluhan anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar aksi demo damai di Kantor Camat Percut Sei Tuan Jalan Besar Tembung, Senin (8/6) siang. Massa menggelar aksinya menyoroti adanya dugaan pelanggaran hukum terkait pengalihan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II yang merupakan tanah negara berlokasi di  Pasar 7 Tembung Desa Bandarklippa, Percut Sei Tuan menjadi bangunan property bernilai miliaran rupiah.

Keterangan yang dihimpun SIB di lokasi, aksi demo yang disertai orasi dan pembentangan poster tersebut dilakukan lantaran adanya dugaan permainan antara pihak terkait dalam memuluskan penguasaan dan pengalihan fungsi lahan negara itu. Hal itu dikarenakan di lapangan banyak ditemukan kejanggalan- kejanggalan yang terjadi.

Tak hanya itu saja, para pendemo juga menduga adanya konspirasi besar diduga melanggar Undang-undang No. 2/2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dan Peraturan Presiden No 17/2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Selain itu Keputusan Presiden No 55/1993, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 24/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Izin Mendirikan Bangunan. Peraturan Daerah No 4/2006 tentang Izin Peruntukkan Penggunaan tanah dan Peraturan Daerah No 14/2006 tentang Izin Mendirikan Bangunan.

Hal ini tentunya memunculkan pendapat di kalangan pemuda dan masyarakat, adanya dugaan unsur kesengajaan di dalam pembiaran untuk mendirikan bangunan di lahan eks HGU yang merupakan tanah negara. Parahnya lagi, di lokasi terpampang plank izin mendirikan bangunan (IMB) padahal hingga kini Badan Pertanahan Nasional (BPN) tak pernah menerbitkan sertifikat kepemilikan lahan tersebut.

Ketua KNPI Kecamatan Percut Sei Tuan M Teguh Syuhada Lubis, sebagai pemuda yang cinta daerahnya, tentunya meminta secara tegas kepada oknum-oknum yang "menutup mata" dengan kondisi ini bersikap tegas menyikapi persoalan yang terjadi di daerah ini. Mengingat konspirasi yang besar ini tak dapat dipungkiri memunculkan stigma yang buruk terhadap seluruh pemangku kepentingan yang berwenang di Percut Sei Tuan ini.

Dari amatan SIB, para pendemo menuntut supaya pihak terkait membongkar bangunan Ruko yang sudah banyak berdiri di Simpang Jodoh. Meminta supaya tanah milik negara yang diambil pihak yang tidak berwenang supaya dikembalikan. Para pendemo juga melakukan aksi teatrikal dengan memotong seekor ayam sebagai simbol perampasan tanah milik negara. Usai dari kantor camat, para pendemo melakukan long march ke Ruko tersebut dan memasang pemberitahuan bahwa "Tanah ini milik Negara, Bangunan Ilegal.”

Sementara itu, Camat Percut Sei Tuan Edi Syam ketika dikonfirmasi via pesan singkat (SMS), guna dimintai tanggapannya terkait aksi demo tersebut, tak merespon ataupun membalas SMS wartawan. (A20/q)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments