Jumat, 17 Jan 2020

Listrik Masih Padam, Wagubsu Panggil PLN

Senin, 13 Juli 2015 14:55 WIB
Medan (SIB)- Masih adanya pemadaman listrik hingga saat ini yang dikeluhkan masyarakat Sumut, Wagubsu Erry Nuradi bertemu para general manajer PT PLN, Rabu (8/7).

Pertemuan itu dihadiri Direktur PLN  Nasri Sebayang, dan didampingi 5 GM PLN yang ada di Sumut yaitu, Dian Anto, Sugianto,    M Rafiq,  Robert Purba, serta Eko.

Dalam pertemuan itu, Nasri Sebayang mengungkapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan masyarakat Sumut akibat pemadaman tersebut.

Dia menjelaskan pemadaman terjadi akibat tingginya beban puncak yang saat ini mencapai 1850 MW.  “Beban puncak tahun ini sudah mencapai 1850 MW , meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Menurutnya kapasitas pasokan listrik Sumut hanya  memiliki cadangan 100 MW cadangan, yang pada dasarnya belum mencukupi.

Dijelaskannya defisit listrik Sumut saat ini salah satunya disebabkan 1 unit PLTU Nagan Raya yang sekarang dalam tahap first year inspection,  atau pemeriksaan tahun pertama setelah beroperasi yang tepat jatuh pada bulan Ramadhan. “Sudah menjadi ketentuan pembangkit, harus dihentikan operasionalnya untuk diperiksa dan  dibongkar,” ujarnya.

Dia menyebutkan idealnya cadangan listrik 30% dari beban puncak yaitu minimal 550 MW.  Semetara rata-rata pertumbuhan ketenagalistrikan di Sumut per tahun 6-7% , lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan beban puncak. “Beban puncak tumbuh 12 %,  sementara pertumbuhan energy hanya 6-7%, makanya kita tetap perlu membangun pembangkit,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa krisis listrik Sumut baru benar-benar tuntas pada tahun 2019. Sebagaimana program pemerintah selama  2015-2019 akan membangun pembangkit 35 ribu MW. Dari program dimaksud Sumbagut akan masuk tambahan 2.300 MW yang saat ini sebagian sudah masuk proses konstruksi dan sebagian pelelangan . “Ditargetkan pada tahun  2019, cadangan listrik Sumut minimum 30% dari Beban Puncak akan tercapai sehingga kendala pemadaman listrik ke depannya tidak lagi terjadi,” katanya.

Dijelaskanya, PLTU Pangkalan Susu sebesar 2 x 200 MW saat ini dalam tahap penyelesaian.

Menurutnya PLTU Pangkalan Susu menjadi tulang pungung mendukung system tenaga listrikan mulai Aceh, Sumut hingga perbatasan Riau.  Sekarang PLTU Pangkalan Susu sedang pengujian akhir, dalam bulan depan dioperasikan secara komersial. Walaupun belum beroperasi secara komersil, tapi daya pembangkit masuk ke dalam sistem, dimana sehari beroperasi masuk total 320 MW untuk 2 unit, dan Desember diperkirakan mencapai 400 MW.

Sedangkan PLTP Sarula, katanya,  sebesar 330 MW direncanakan beroperasi pada tahun 2017-2018.

Sementara itu Wagubsu menyampaikan PLTA Asahan III yang selama ini lebih dari 10 tahun mengalami kendala dalam pembangunananya, tapi kini telah memasuki progress yang menggembirakan.  Izin pinjam pakai lahan dari Kementerian Kehutanan sudah terbit pada 25 Juni 2015, sehingga kendala utama dalam proses pembangunannya dengan ini sudah menampakkan titik terang.

“Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan sudah keluar, sehingga Pemprovsu beserta Pemkab Tobasa dan Asahan akan segera membentuk Tim Inventarisasi Pengusaan Pemilikan  dan Pemanfaatan Tanah dalam Hutan (IP4T) yang nantinya diketuai  BPN,” jelas Wagubsu.

Dijelaskannya, dalam kawasan hutan  yang akan dibangun PLTA Asahan III tersebut, ternyata ada 87 persil areal yang dikeluarkan sertifikatnya oleh BPN. “Perlu diinventarisir apakah sertifikat tersebut keluar sebelum SK 44 tahun 2005. Apabila sebelum SK tersebut, maka Menhut akan merevisi izin pinjam pakai kawasan yang dikeluarkan, jika ini selesai, PLN akan segera melaksanaan pembangunan pembangkit Asahan III,” jelas Wagubsu.(A14/w)
 




T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments