Rabu, 13 Nov 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Laporan Ternak Babi Mati Masih Pada Ternak Masyarakat, Perusahaan Belum Ada Terinfeksi

Akibat Virus Kolera Babi 4.682 Ekor Babi Mati di Sumut

Laporan Ternak Babi Mati Masih Pada Ternak Masyarakat, Perusahaan Belum Ada Terinfeksi

redaksi Jumat, 08 November 2019 16:29 WIB
merdeka.com
Ilustrasi
Medan (SIB)
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengatakan laporan yang diterima hingga saat ini mengenai penyebaran virus kolera babi (hog cholera) pada ternak babi masyarakat Sumatera Utara sebanyak 4.682 ekor dan terjadi di 11 kabupaten/kota di Sumut.

"Untuk mengantisipasi ini sudah ada langkah-langkah yang diambil dan dilakukan salah satunya langsung turun ke lokasi kabupaten/kota yang terkena wabah, ujarnya kepada wartawan, Rabu (6/11).

Disebutnya, saat ini laporan mengenai ternak babi mulai menurun dan berkembangnya masih di 11 kabupaten/kota saja. Sejauh ini, sambungnya, laporan ternak babi yang mati ini masih pada ternak-ternak masyarakat sedangkan untuk perusahaan peternakan belum ada yang terinfeksi.

Azhar menyebutkan,di kabupaten/kota yang belum terkena wabah virus ini masih dilakukan monitoring sekaligus pengambilan-pengambilan sampel pada ternak babi. Itu langsung kita bawa ke laboratorium dan hasilnya memang positif hog cholera. Sedangkan langkah lainnya kita juga memberikan langkah-langkah penanganan dalam wabah ini termasuk memberikan vaksin oleh petugas pada ternak yang masih sehat," jelasnya di Gedung Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumut di Jalan Gatot Subroto Medan.

Azhar didampingi Kabid Kesehatan Hewan, drh Mulkan Harahap juga sudah memberikan disinfektan pada peralatan-peralatan petugas dan masker juga lainnya dalam rangka memberikan sanitasi di kandang-kandang ternak babi yang ada. Lalu imbauan yang dikeluarkan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi pada bupati dan wali kota di Sumut untuk menekan wabah ini salah satunya tidak membuang bangkai babi yang terinfeksi hog cholera sembarangan.

"Dilarang membuang ternak babi yang mati ke sungai atau ke hutan dan segera menguburnya. Kemudian dilarang melakukan perpindahan ternak babi dari satu tempat ke tempat lain yang bertujuan untuk tidak mempercepat penyebaran virus hog cholera ini. Karena virus ini begitu cepat dan menyebar melalui udara," terangnya.

Begitupun, saat ini laporan mengenai ternak babi mulai menurun dan berkembangnya masih di 11 kabupaten/kota saja. Sejauh ini, sambungnya laporan akan ternak babi yang mati ini masih pada ternak-ternak masyarakat sedangkan untuk perusahaan peternakan belum ada yang terinfeksi.

"Untuk hog cholera ini tidak berbahaya pada masyarakat dan penularannya hanya dari babi ke babi. Tidak ke ternak dan manusia," tegasnya.

Sementara itu, terkait ratusan bangkai babi yang mengambang di Sungai Bedera, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan Azhar mengatakan hewan ternak berkaki empat tersebut kuat diduga terinfeksi virus hog cholera. Begitupun kami harus menunggu hasil laboratorium sampel bangkai babi yang telah diambil, ujarnya. (M2/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments