Senin, 06 Jul 2020
PalasBappeda

Hingga Oktober 2019 LPS Likuidasi 101 Bank dan Bayar Klaim Rp 1,5 Triliun

LPS Himbau Nasabah Perbankan agar Tidak Tergiur Bunga Tinggi

redaksi Rabu, 06 November 2019 16:20 WIB
tirto.id
Ilustrasi LPS

Medan (SIB)
Hingga Oktober 2019, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melikuidasi 100 bank sejak berdirinya LPS tahun 2015 dan total pembayaran klaim simpanan kepada lebih dari 200.000 nasabah dengan nilai Rp 1,5 triliun.


Pada Nopember 2019 ada tambah lagi 1 bank yang dilikuidasi LPS yang saat ini masih dalam perhitungan jumlah kerugian, sehingga LPS melikuidasi menjadi 101 bank.


Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Koordinasi Stabilitas Sistim Keuangan LPS Fuad Zaen yang tampil sebagai narasumber dalam kegiatan media gathering yang diadakan LPS di Arya Duta Medan, Selasa (5/11).


Disebutnya, seluruh bank yang beroperasi di wilayah Indonesia adalah peserta penjaminan LPS. Jumlah bank umum per Oktober 2019 sebanyak 111 bank dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) berjumlah 1717 Bank.


Total simpanan bank umum per September 2019 sebesar Rp 5.984 triliun dengan jumlah rekening sebanyak 295 juta rekening. Total simpanan BPR per Juni 2019 ialah Rp109 triliun dengan jumlah rekening sebanyak 13,3 juta rekening.


LPS menetapkan tingkat bunga penjaminan tiga kali dalam setahun yakni pada bulan Januari, Mei dan September kecuali terjadi perubahan dalam kondisi perbankan dan perekonomian yang cukup signifikan. Pada bulan-bulan di luar periode penetapan tersebut, dilakukan evaluasi tingkat bunga penjaminan LPS, ujarnya sambil menyebutkan, LPS hanya ada 1 di Jakarta.


Saat ini tingkat bunga penjaminan LPS untuk periode tanggal 26 September 2019 sampai dengan 24 Januari 2020 yakni bank umum sebesar 6,50 % dan valas 2,00 %. Sedangkan BPR sebesar 9,00 %.


Di kesempatan itu ia menyebutkan, berdasarkan data klaim penjaminan per September 2019, total simpanan atas bank yang dilikuidasi LPS per September 2019 sebesar Rp1,91 triliun. Dari total tersebut, terdapat sebesar Rp1,5 triliun (91%) yang dinyatakan layak bayar dan telah dibayarkan LPS kepada 237.788 nasabah bank.


Selain itu terdapat Rp362,5 miliar (19%) milik 17.033 nasabah bank yang dilikuidasi dan dinyatakan tidak layak bayar karena tidak memenuhi ketentuan LPS (syarat 3T).


Persentase paling besar dari simpanan yang tidak layak bayar yakni sebesar 77,3% atau sebesar Rp 280,27 miliar disebabkan karena bunga simpanan yang diterima nasabah melebihi tingkat bunga penjaminan LPS.


Nasabah, katanya, harus cermat terhadap tawaran cashback atau pemberian uang tunai. Berdasarkan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan (PLPS) Nomor 2/PLPS/2010 Pasal 42 ayat (2) menyatakan, pemberian uang dalam rangka penghimpunan dana juga termasuk komponen perhitungan bunga. Jika perhitungan cashback dan bunga yang diperoleh nasabah melebihi tingkat bunga penjaminan maka simpanan tidak dijamin LPS.


LPS adalah lembaga yang didirikan berdasarkan Undang-Undang nomor 24 tahun 2004 tentang LPS. Tugas LPS ialah menjamin simpanan seluruh nasabah perbankan di Indonesia dan melakukan resolusi bank.


Di satu sisi ia menghimbau nasabah perbankan agar tidak tergiur bunga yang tinggi karena itu harus mentaati 3T yakni pertama, Tercatat pada pembukuan bank, kedua, Tingkat bunga simpanan tidak melebihi bunga penjaminan LPS. Ketiga, Tidak menyebabkan bank menjadi bank gagal (misalnya memiliki kredit macet). (M2/q)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments