Jumat, 18 Okt 2019

Kota Bandung Tetapkan Hari-hari Tematik Antisipasi Kemacetan Lalu Lintas

* Jalan Layang Belum Menjadi Solusi Tapi Hanya Mengalihkan Kemacetan
Minggu, 14 Juni 2015 12:49 WIB
Medan (SIB)- Kota Bandung tetapkan hari-hari tematik untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas yang semakin hari semakin mengalami peningkatan. Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Humas Komunikasi dan Informatika Iim Dewi Mulyani saat menerima rombongan Study Komparatif Wartawan Pemko Medan ke Pemko Bandung, Rabu(10/6) di Ruang Kantor Wali Kota Bandung.

Dewi Muliyani menjelaskan,  posisi strategis Kota Bandung sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, budaya dan pariwisata, perekonomian dan industri serta sebagai Etalase Jawa Barat, telah mendorong Kota Bandung sebagai sebuah kota metropolitan dengan berbagai kompleksitas permasalahan perkotaan. Salah satu yang menjadi permasalahan  adalah kemacetan. Kepadatan lalu lintas Bandung dari hari ke hari  terus bertambah terlebih lagi pada setiap akhir pekan, kenyamanan kota Bandung sudah tidak dapat dirasakan lagi.

Dengan telah selesai dan berfungsinya jalan Tol Cipularang tentunya  Bandung menjadi pusat tujuan wisata, namun mengakibatkan pula kemacetan lalu lintas dimana-mana belum lagi kerusakan di jalan–jalan protokol masih belum banyak diperbaiki. Meskipun pemerintah kota Bandung maupun Propinsi Jawa Barat telah membangun beberapa jalan layang sebagai penghubung seperti Jembatan Pasupati atau Jalan Layang Pasupati adalah sebuah jembatan yang menghubungkan bagian utara dan timur Kota Bandung melewati lembah Cikapundung dengan panjang 2,8 kilometer dan lebarnya 30-60 m, namun belum menjadi sebuah solusi akan tetapi hanya mengalihkan kemacetan pada titik lain.

Kemacetan di  Bandung terjadi akibat banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi, angkutan kota yang selalu ngetem, tidak seimbangnya sarana jalan dengan volume kendaraan dan banyaknya pedagang yang menggunakan bahu jalan. Faktor itulah yang menjadikan kemacetan di Kota Bandung.

Kondisi itulah akhirnya menelorkan ide dari Wali Kota Bandung Ridwal Kamil dengan menetapkan hari - hari tematik sepanjang minggu. Hari Senin ditetapkan sebagai Hari Gratis Naik Damri bagi pelajar. Hari tematik ini menjadi pembatas bagi pelajar untuk menggunakan mobil pribadi dan antar jemput.

Kemudian  Selasa sebagai hari tanpa rokok (berupa larangan merokok di ruang - ruang publik),  Rabu sebagai hari Pakaian Tradisional (semua pegawai dan pelajar menggunakan pakaian tradisional), Kamis sebagai Hari Berbahasa Inggris (semua instansi setiap hari Kamis diwajibkan menggunakan Bahasa Inggris), Jumat sebagai hari bersepeda, Sabtu sebagai hari kuliner nite dan Minggu  hari Car Free Day.)

Selain itu, Pemerintah Kota Bandung juga melakukan upaya dengan memperbaiki infrastruktur kendaraan umum, membatasi pembelian kendaraan pribadi, memperlebar jalan, membangun angkutan umum anti macet seperti monorel, memaksimalkan kinerja Trans Metro Bandung (TMB), menurunkan tarif angkutan umum agar masyarakat menggunakan jasa angkutan umum.

Studi Komparatif Wartawan Pemko Medan yang dipimpin Kabag Humas Pemko Medan Budi Hariyono dan Kabid Pemberitaan Jurmal Hasibuan melakukan studi komparatif di Kota Bandung dan mengunjungi tempat-tempat wisata Kota Bandung berlangsung selama 4 hari.(A8/c)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments