Kamis, 19 Sep 2019

Korban Investasi Bodong Kembali Melapor ke Polrestabes Medan

* Wanita Uzur Gagal Berangkat Haji
admin Kamis, 12 September 2019 10:56 WIB
SIB/Roy Surya Damanik
KEMBALI DATANGI: Nasabah yang menjadi korban dari investasi bodong CV BMT AR kembali mendatangi Mapolrestabes Medan untuk membuat laporan, Rabu (11/9).
Medan (SIB) -Puluhan nasabah yang menjadi korban dari investasi bodong CV BMT AR kembali mendatangi Mapolrestabes Medan untuk membuat laporan, Rabu (11/9).

Pantauan wartawan, para nasabah yang terdiri dari para ibu dan juga berdagang di Pasar Helvetia, Delitua dan Sukaramai itu melakukan pendataan terhadap masing-masing kelompok.

Puluhan orang yang mayoritas pedagang ini terbagi 3 kelompok. Nantinya perwakilan dari masing-masing kelompok membuat pengaduan di SPKT Polrestabes Medan.

Salah seorang korban, Boru Sirait saat diwawancarai wartawan mengatakan ia dijanjikan bunga 11%. Diungkapkannya, perusahaan tersebut merupakan bank penyimpanan uang khususnya para pedagang.

"Kalau saya bukan investasi, tetapi nasabah tabungan di perusahaan tersebut seperti mengutip iuran harian. Mereka (tim marketing perusahaan) datang ke pajak-pajak. Ya kalau saya ngasih uang perhari kadang 100, 200 kalau banyak rezekinya 300 ribu. Saya sudah menabung selama 5 tahun," ungkapnya.

Raut wajah sedih serta mata berkaca-kaca menggambarkan wajah wanita wanita uzur, Salbiah (74) warga Jalan Sutrisno Medan. Ia hanya pasrah dan menahan keinginannya untuk pergi ke Tanah Suci guna menunaikan Ibadah Haji. Tidak tanggung-tanggung, Salbiah kehilangan uang Rp 55 juta yang merupakan tabungannya untuk menunaikan ibadah haji.

Saat diwawancarai, wanita yang menggunakan hijab warna cokelat ini mengatakan bahwa ia telah menabung selama 4 tahun.

"Saya mendapat harta warisan, jadi berencana untuk keperluan berangkat ke Tanah Suci pada 2020 dan sudah didaftarkan sebelumnya. Menunaikan Ibadah Haji tidak hanya memikirkan uang untuk berangkat saja. Kita harus mikirkan biaya lainnya kayak upah-upah dan lainnya. Jadi uang tersebut saya simpan Rp 30 juta ke BMT AR dengan dua kali tahap yakni Rp 15 juta, Rp 15 juta," ungkapnya.

Saat ditanya terkait kenapa menabung di perusahaan tersebut, ia mengatakan perusahaan tersebut dekat dengan rumah. Ia melakukan tabungan investasi dan bunganya itu untuk keperluan sehari-hari seperti bayar listrik dan sebagainya.

Lanjutnya, pertiga bulan ia mendapat sekitar Rp 1 juta lebih dari total investasi tabungan saya. Awalnya lancar gak pernah nyendat-nyendat atau apapun. (M16/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments