Sabtu, 24 Agu 2019

Korban Banjir di Medan, Ibu dan Bocah Malang Belum Ditemukan

Rabu, 12 Agustus 2015 11:33 WIB
Medan (SIB)- Hingga hari ketiga pencarian seorang ibu dan putranya yang tenggelam di parit besar (drainase) yang berada di Jalan Setia Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, belum membuahkan hasil.

Selaku Kepala Penanggulangan Bencana Kota Medan, Hanna Lore, ketika dikonfirmasi SIB mengatakan, pihaknya dibantu Basarnas, Koramil, Polsek dan masyarakat sampai saat ini belum menemukan kedua korban ibu dan anaknya itu. "Pencarian hari ini kita tunda dulu karena sudah malam. Besok akan kita lanjutkan lagi pencariannya," sebut Hanna, Selasa (11/8) petang.

Pihaknya kata Hanna telah mencari korban hingga ke Sungai Terjun Marelan. "Kita sudah cari sampai ke Sungai Terjun Marelan," tambah dia.

Sementara itu, ketika disambangi ke rumah duka yang berada di Jalan Medan-Binjai Km 7,8/ Jalan Mushola Gang Sekata Sunggal Deliserdang, seorang pria yang mengaku abang kandung Marni Rolina boru Hutahuruk (34) mengatakan, keluarga masih fokus mencari kedua korban. "Di hari ketiga ini kami belum menemukan adik dan bere saya," sebut pria bernama Madong Hutahuruk (35).

Pihak keluarga kata Madong berharap kedua korban Rolina boru Hutahuruk (34) dan Rafael Silaen (5) ditemukan dalam keadaan hidup. "Berharap mujizat Tuhan, kalau bisa keduanya masih hidup, namun kalau kehendak Tuhan lain kami sudah pasrah," sebutnya sambil tertunduk.

Selain itu, pihak keluarga juga berharap jasad kedua korban dapat ditemukan. "Sampai sekarang kami belum tenang karena jasad tubuhnya belum ditemukan, kalau bisa ditemukan biar kami bisa tenang," harapnya sembari mengatakan adik perempuannya itu memiliki tiga anak.

Lanjut dia, sebelum kejadian musibah tersebut, Rolina boru Hutahuruk beserta suaminya baru saja dari rumah orangtuanya di Jalan Medan Utara No 8 Kelurahan Indra Kasih Desa Sampali Percut Seituan. "Adik saya bersama suami dan anaknya yang nomor tiga itu baru saja dari tempat orang tua kami. Mereka memang biasa berkunjung kalau tiap waktu libur," terangnya.

Dirinya sendiri tidak menyangka adiknya tenggelam dibawa arus air parit saat hujan deras. "Kami dapat kabar malamnya. Terus kami cari. Sebelum adik saya pulang ke rumahnya, saya memang ada firasat. Adik saya sempat bercanda kalau sendalnya hilang, padahal disembunyikannya sendiri," sebut dia.

Dari pantauan di rumah duka di Jalan Medan-Binjai Km 7,8/ Jalan Mushola Gang Sekata Sunggal Deliserdang, pada Selasa (11/8) petang, masih terlihat sepi. Hampir seluruh keluarga ikut dalam pencarian kedua korban.

Seperti diketahui, seorang ibu dan putranya tewas tenggelam di parit besar (drainase) di Jalan Setia Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, saat hujan deras yang mengguyur Kota Medan pada Minggu (9/8) kemarin.

Sebelum hanyut, kedua korban itu diketahui bernama Marni Rolina boru Hutahuruk (34) dan putranya Rafael Silaen (5), dibonceng sang suami Jimy Peri Parlindungan Silaen (43) mengendarai sepedamotor melintasi Jalan Asrama Medan menuju Jalan Setia Luhur Medan.

Karena ruas-ruas jalan di Medan malam itu digenangi banjir sepedamotor yang mereka kendarai mogok hingga terpaksa didorong suaminya. Sementara itu korban yang menggendong balitanya mengikuti dengan berjalan kaki sambil mencari tempat teduhan.

Namun karena kondisi genangan air menutupi trotoar, permukaan jalan dan parit  membuat korban tak sadar keberadaan parit besar hingga akhirnya terperosok dan hanyut dibawa arus air yang cukup deras. Menyadari hal tersebut suami korban spontan panik dan meminta pertolongan warga sekitar untuk menyelamatkan istri dan putra bungsunya. (Dik-SPS/h)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments