Kamis, 06 Agu 2020

Komnas PA Mintam Polisi Usut Kematian Robinson Sijabat

redaksi Kamis, 14 November 2019 11:33 WIB
TribunNews.com
Ilustrasi

Medan (SIB)
Komnas Perlindungan Anak meminta agar kematian Robinson Sijabat (16) akibat "dihakimi" warga karena dituduh sebagai pelaku begal, harus diungkap polisi.


Hal itu disampaikan Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, Selasa (12/11) menyikapi tewasnya Robin yang sehari-harinya sebagai buruh bangunan (tukang ngecor). "Main hakim sendiri hingga mengakibatkan hilangnya hak hidup adalah pelanggaran HAM. Penyiksaan/penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya secara paksa hak hidup seseorang dengan cara main hakim sendiri merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan prinsip-prinsip dasar dari Perlindungan Anak," ujarnya.


"Menurut Sirait, Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen mendorong Polrestabes Medan untuk serius mengungkap dan mengusut tuntas tabir kematian Robinson Sijabat yang menjadi korban main hakim sendiri.


"Dengan demikian, demi keadilan bagi keluarga korban dan demi kepastian hukum, Komnas Perlindungan Anak mendorong Polresta Medan untuk segera melakukan langkah-langkah strategis guna mengungkap kematian Robinson. Untuk pengusutan kasus ini, kita meminta Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Sumut sebagai mitra kerja untuk segera menemui keluarga korban dan berkoordinasi dengan penyidik Polresta Medan," imbau Sirait.


Sebelumnya diberitakan, seorang terduga pelaku begal yang saat itu identitasnya belum diketahui (Mr X) ditelanjangi dan dimassa hingga akhirnya tewas, Minggu (10/11) pagi.


Terduga pelaku begal yang tewas dihakimi warga di Jalan Letda Sujono, Kecamatan Medan Tembung tepatnya depan gudang PT Intan ternyata masih di bawah umur. Informasi yang dihimpun wartawan dari berbagai sumber, Senin (11/11) malam, almarhum diketahui bernama Robinson Sijabat (16) warga Jalan Tirtosari Ujung Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung. (M16/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments