Kamis, 20 Jun 2019

Ngobrol Santai Kapolres dengan Wartawan

Kombes Dadang: Program 1092 Upaya Lindungi Warga dari Pengaruh Negatif Hoax

admin Jumat, 11 Januari 2019 11:26 WIB
SIB/Roy Surya Damanik

NGOBROL SANTAI : Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi ngobrol santai dengan belasan wartawan Unit Polrestabes, di ruangan Media Center, Kamis (10/1). 

Medan (SIB) -Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi ngobrol santai (Ngobras) dengan belasan wartawan Unit Polrestabes, di ruangan Media Center, Kamis (10/1). Acara Ngobras tersebut juga dihadiri Kasat Intelkam AKBP Masana Sembiring, Kasat Binmas AKBP Rudi HR dan Kasubag Humas Kompol Subroto.

Kombes Dadang mengungkapkan, makna Program 1092 itu banyak, untuk menyentuh dan menyatu dengan masyarakat.
"Kenapa dikatakan 1092. Itu hasil perhitungan yang dilakukan personil Polri yang ditugaskan untuk membekap tugas rutin yang selama ini dilaksanakan Bhabinkamtibmas untuk turun langsung ke lapangan bertemu masyarakat. Jumlah personil yang diturunkan di antaranya 273 perwira. Setiap perwira ditargetkan melaksanakan 4 kegiatan dengan wilayah yang sudah dibagi," terang Dadang.

Menurutnya, Program 1092 tersebut antara lain untuk bertemu komunitas dan dilaksanakan dengan 2 fungsi yaitu preemtif dan deteksi dini. Preemtif bertujuan membangun kesadaran masyarakat supaya patuh dan mau mendukung tugas kepolisian, serta tidak terpengaruh hoax, ujaran kebencian dan isu sara.

"Menjadikan tingkat kesadaran masyarakat tinggi, komunikasi yang baik sehingga mempunyai ketahanan serta tidak terpengaruh dan mampu mendapat informasi secara cepat dari masyarakat sehingga dapat direalisasikan. Ini merupakan konsep global dari Program 1092. Polisi mempunyai 1 persepsi dan 1 hati serta menjaga lingkungan yang damai," ungkapnya.

Kegiatan kepolisian yang ditingkatkan ini sambungnya, di bidang preemtif (pencegahan), deteksi dini dan mengedepankan fungsi Binmas. Sedangkan Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) berfungsi penegakan hukum dalam menghadapi Curas, Curat dan Curanmor (3C). Sepanjang 2018 lalu, Tim Pegasus ampuh menekan angka kejahatan konvensional hingga 15%.

"Kita berharap melalui langkah yang sedang berjalan ini, kita lihat mana yang efektif. Pelaksanaan program ini tidak bisa berjalan sendiri, dan perlunya dukungan dari semua pihak termaksud membangun rekan kemitraan. Masalah hoax dan cara mengantisipasinya, yakni dengan turun ke lapangan untuk menerima konfirmasi dari masyarakat terkait berita bohong tersebut. Selain itu, proses penegakan hukum bagi pelaku penyebar hoax juga harus dilakukan. Begitu juga dengan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana cara menggunakan media sosial (medsos) yang sehat," ujarnya.

Masih dikatakan Kapolrestabes, ia juga berjanji akan memberi reward (penghargaan-red) bagi personil yang melaksanakan Program 1092 Polrestabes Medan menyatu dengan masyarakat sangat baik dan maksimal. Penghargaan berupa ibadah umroh bagi yang muslim dan perjalanan ibadah bagi non muslim.

"Setiap penugasan akan selalu dianalisa dan evaluasi. Tentu akan terjadi kompetisi dan perhitungan reward dan punisment akan diterapkan dalam program ini. Rencananya kita akan memberikan penghargaan berupa umroh bagi yang beragama muslim dan perjalanan ibadah bagi yang non muslim," pungkasnya. (A16/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments