Minggu, 21 Apr 2019

Kinerja BBPJN-II Medan Pada 2018 Dikritisi, TMPI Ungkap 9 Proyek Bermasalah

* Ir Jon Sudiman Damanik MM: Tak Ada yang Mangkrak, Tinjau Saja Langsung ke Lokasi
admin Jumat, 11 Januari 2019 11:29 WIB
Medan (SIB) -Sedikitnya sembilan proyek atau pekerjaan infrastruktur dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)-II Medan dinilai berpotensi mangkrak karena kondisi yang tampak semrawut dan amburadul di lapangan atau lokasi kerja, yang mengindikasikan kinerja para pimpinan proyek (pimpro) atau pejabat pembuat komitmen (PPK)-nya buruk.

Ketua DPD Persatuan Konsultan Indonesia (Perkindo) Sumut Monag Panjaitan ST dari Tim Monitoring Pembangunan Infrastruktur (TMPI) Sumut, mengungkapkan pihaknya juga tengah menghimpun data dan temuan proyek di Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS)-II yang diduga bermasalah dan berpotensi kasus, baik pekerjaan di Medan sekitarnya seperti proyek normalisasi sungai, dan di beberapa daerah di Sumut.

"Khusus di Balai Jalan atau BBPJN-II Medan, hingga saat ini ada sembilan proyek yang terindikasi bermasalah dengan potensi kasus proyek mangkrak atau terbengkalai, dalam arti tidak selesai sesuai jadwal, kualitas kerja yang buruk, indikasi manipulasi penggunaan material, dan sebagainya. Ini menunjukkan kinerja para pimpinan proyek atau PPK yang buruk walau tak semuanya," ujar Monang Panjaitan kepada pers di Medan, Selasa malam (8/1).

Dia mencetuskan hal itu di sela-sela temu ramah kalangan konsultan dan praktisi jasa konstruksi di ruang Coffee Terrace Hotel Danau Toba Internasional Medan, bersama rekannya Yan Max SH dari seksi investigasi TMPI dan Ir Mandalasah Turnip SH seksi advokasi dan sosialisasi Perpres 16 tahun 2018. Monang secara ringkas menyebutkan ke-9 proyek BBPJN-II yang dinilai bermasalah tersebut. Namun, enggan memberikan copy data itu kepada pers.

Proyek atau pekerjaan bermasalah dengan potensi mangkrak atau kondisi terbengkalai selama 2018 itu antara lain: jalan nasional Medan--Berastagi KM 26 yang amblas hampir terancam putus dan perbaikannya dinilai lamban sehingga menimbulkan kemacetan panjang, jalan nasional pada lintas Medan--Subulussalam di Desa Nantimbo, Pakpak Bharat yang tampak kian rusak parah tanpa ada tanda perbaikan, plus amblas tergerus longsor, jalan baru Balige by pass di Tobasa yang terkesan asal jadi sehingga merusak saluran pengairan setempat, proyek jalan underpass Titikuning Medan yang dinilai amburadul dan jadwal kerja yang molor terus dari target semula (Agustus 2018) dan baru dibuka uji coba pekan pertama Januari 2019, jembatan Sei Wampu di Stabat Langkat yang terbengkalai setahun lebih dengan kendala ereksi pilar pelengkung, proyek perbaikan jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di jalur Aeklatong dan Batujomba yang diduga salah disain sehingga amblas terus, lampu-lampu jalan penerangan umum (LPJU) pada sejumlah lokasi di Bandara Kualanamu plus jalan nasional Medan-Binjai yang tampak tak berfungsi (mati), dan beberapa objek lainnya paket pekerjaan jalan nasional di daerah.

"Secara umum, kinerja BBPJN-II Medan selama dipimpin Ir Paul Ames Halomoan MSc itu memang terbilang bagus, khususnya untuk pembangunan infrastruktur kawasan Danau Toba dan percepatan pembangunan jalur tol Medan-Tebingtinggi. Tapi, bahwa ada sejumlah proyek yang bermasalah dan disorot publik, tentu harus jadi perhatian juga," ujar Monang dan Mandalasah.

Namun, kepala BBPJN-II Medan melalui Kepala Bidang Pembangunan dan Pengujian Jalan, Ir Jon Sudiman Damanik MM, membantah tudingan bermasalah apalagi mangkrak pada sejumlah proyek yang dikerjakan selama ini (2018).

"Mana dan apanya bermasalah. Tak ada itu, apalagi yang dibilang sampai mangkrak segala. Boleh cek dan tinjau langsung ke lokasi semua proyek itu. Jalan KM 26 Pancurbatu sudah selesai diperbaiki dengan penguatan yang lebih aman. Jembatan Sei Wampu hanya tertunda karena derasnya arus sungai di musim hujan lalu dan sekarang terus dilanjutkan. Medan-Subulussalam masih dalam pemeliharaan menunggu alokasi pembangunan lanjut dari APBN. Jalan Aeklatong tetap salah satu prioritas disain dan sekarang relatif aman dilintasi. Lalu, jalan underpass Titikuning dan kan sudah bisa dilintasi walau masih uji coba fungsional. Soal jadwalnya agak meleset, itu semata-mata dan semua publik pengguna jalan Titikuning tahu, penyebabnya murni faktor teknis utilitas, bukan masalah lemahnya kinerja," papar Jon Sudiman ketika dikonfirmasi Kamis (10/1) di sela-sela maraknya isu pelantikan ka BBPJN-II yang defenitif, pengganti Paul Ames Siahaan. (A04/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments