Jumat, 19 Jul 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Ketua Umum PGI Sumut: Tahun 2019 Fokus Kerjasama Gereja Menghadapi Masalah di Sumut

Ketua Umum PGI Sumut: Tahun 2019 Fokus Kerjasama Gereja Menghadapi Masalah di Sumut

* Jemaat dan Gereja Diminta Tidak Terlibat Politik Uang dan Hoax
admin Selasa, 08 Januari 2019 16:43 WIB

Pdt Hotman Hutasoit MTh

Medan (SIB) -Ketua Umum PGI Wilayah Sumut Bishop Darwis Manurung STh MPsi menyatakan sungguh berterimakasih kepada Tuhan karena bisa menjalankan tugas dengan baik selama 2018.

"Sebagai MPH PGI, kami hanya menjalankan tugas yang direkomendasikan oleh Sidang MPL," ujarnya kepada SIB, Jumat (4/1) malam di Medan ketika dimintai kesan dan pesannya memasuki pertukaran tahun 2018 ke 2019.

Disebutkannya, umumnya program yang sudah disusun bisa berjalan dengan baik walaupun dikerjakan bersama pihak lain. "Tidak ada konflik internal dan eksternal. Dampak SKB dan RUU Pesantren tidak mempengaruhi program PGI Sumut," ujarnya.

PGI Sumut di tahun 2018 tidak mendapatkan suntikan dana dari mana-mana, termasuk Pemprovsu karena alasan tidak ada dana. Padahal di tahun 2017 ada dana hibah dari Pemprovsu. "Namun kita tidak tergantung dana itu, buktinya program bisa dijalankan walaupun tidak ada dana dari Pemprovsu. Gereja-gereja sebagian sudah menyampaikan tanggungjawabnya memberikan iuran, walaupun masih ada yang belum," sebutnya.

Untuk tahun 2019, PGI Sumut masih meneruskan program yang sudah diamanatkan Sidang MPL sampai Sidang MPL selanjutnya. Selain itu, pihaknya akan terus menjalin kerjasama dengan semua lembaga gereja dalam menghadapi persoalan dan masalah di Sumut.

Khusus Pemilu 2019, PGI tidak melakukan politik praktis, namun tetap menjalankan politik moral. Pihaknya mendorong semua jemaat dan gereja agar tidak Golput. Selain itu mendorong semua jemaat untuk mengecek apakah dirinya sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau belum, sebutnya lagi.

Pihaknya juga akan menyurati seluruh jemaat untuk mencermati siapa calon pemimpin yang layak dipilih. Namun PGI tidak pernah menghunjuk siapa yang harus dipilih, tambahnya.

Anjuran juga disampaikan kepada jemaat agar tidak bersinggungan dengan politik uang dan tidak terlibat hoax yang saat ini banyak beredar. Khusus kepada jemaat yang menjadi Caleg, PGI mengimbau agar menjalankan panggilannya dengan benar dan tidak melakukan politik kotor.

Untuk itu PGI sudah melakukan rapat kerja provinsi di Sibolga dan Tapteng pada 26-29 November tahun lalu dengan menggelar seminar, Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan mengundang tokoh gereja, Bawaslu dan Panwaslu.

Hasil Rakerda itu, selain imbauan kepada jemaat terkait Pemilu, juga membahas RUU Pesantren dan meminta pemerintah mencabut khususnya pasal 69 dan 70 yang mengatur jumlah anak sekolah minggu dan harus mendapat izin dari Kemenag.

Untuk menyosialisasikan hasilnya, PGI sudah mengunjungi 80% pimpinan gereja dan mendorong mereka menjalankan itu.

Secara terpisah Sekretaris Umum PGI Wilayah Sumut Pdt Hotman Hutasoit MTh yang diwawancarai SIB sehari sebelumnya mengingatkan di tahun 2019, Indonesia memasuki tahun politik yakni akan dilaksanakan Pemilu legislatif dan Pilpres.

"Indonesia hendaknya lebih maju ketika nanti Presiden RI terpilih melalui Pilpres 2019," ujarnya sembari menyebutkan siapapun presiden yang terpilih nantinya harus didukung oleh seluruh rakyat Indonesia.

Disebutkan, terkait Pemilu 2019, hendaknya partisipasi masyarakat sebagai pemilih lebih meningkat, bahkan kalau bisa lebih banyak dari saat Pilkada Gubernur Sumut lalu. Hal itu sangat penting, mengingat Pemilu ini sangat strategis karena memilih sekaligus calon legislatif DPRD Kab/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan Presiden RI untuk 5 tahun ke depan.

Diakuinya, Pemilu kali ini mungkin membuat masyarakat pusing karena akan mendapatkan 5 kertas suara yang akan dicoblos. Namun selaku Sekum PGI Sumut, Pdt Hotman meminta masyarakat Kristen agar berhikmat dan berdoa sehingga diberi petunjuk oleh Tuhan dalam memilih calon yang tepat untuk duduk di legislatif dan Presiden RI mendatang.

"Karena tidak semua calon yang akan dipilih itu kita kenal, makanya perlu petunjuk Tuhan dalam memilih calon yang tepat untuk duduk di legislatif," ujarnya seraya menyebutkan sebelumnya dirinya mengucap syukur atas sudah dilaluinya Tahun 2018 dengan baik dan bisa memasuki Tahun 2019 dalam kondisi sehat-sehat.

Umat Tuhan (Kristen-red) di Sumut yang sebanyak 40 persen itu diimbau untuk berbondong-bondong ke TPS guna memberikan hak suaranya agar bisa terpilih pemimpin yang terbaik untuk bangsa ini, ujarnya mengakhiri. (A13/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments