Senin, 21 Okt 2019

Ketua GPEI Sumut Sepakat Perkuat Ekspor Produk UKM ke Pasar Global

admin Jumat, 20 September 2019 18:53 WIB
SIB/Dok
TANDATANGAN : Penandatanganan MoU Kegiatan Pendukung Tata Kelola Ekspor dan Impor Barang antara GPEI dengan PT SI, Kamis (19/9) di Jakarta.
Medan (SIB) -Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM bertekad mendorong penerapan kemudahan proses ekspor dan impor di seluruh Indonesia, terkhusus Sumatera Utara. Upaya itu dilakukan melalui kerjasama dengan PT Surveyor Indonesia (SI) (Persero) untuk meningkatkan proses ekspor produk UKM ke pasar global.

Pernyataan itu disampaikannya kepada wartawan, Kamis (19/9) sepulangnya dari Jakarta menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) tentang kegiatan tata kelola ekspor dan impor barang antara GPEI dengan PT Surveyor Indonesia.

"Kita sepakat melakukan kerjasama memermudah proses kegiatan ekspor dan impor di Indonesia. Tujuannya untuk menggalakkan pertumbuham ekonomi di Inonesia," ujar alumni Lemhanas itu.

Ditambahkannya, acara penandatanganan kerjasama itu dihadiri Direktur Utama PT SI Dian M Noer. Pihak PT SI bersedia mendukung kegiatan tata niaga ekspor-impor guna memperlancar aliran barang modal dan peralatan dari dan menuju Indonesia.

Sedangkan kegiatan tata niaga yang dimaksud yakni pelaksanaan kegiatan verified gross mass of container untuk ekspor, kegiatan survei kondisi peti kemas impor terkait dengan kewajiban pembayaran jaminan peti kemas dan kerja sama dalam penyediaan Pusat Logistik Berikat (PLB).

"Kami juga sepakat memerkuat tata niaga pelaksanaan kegiatan penghitungan bongkar muat kargo ekspor-impor dan kargo antar pulau, serta pelaksanaan pembinaan bagi mitra binaan terkait pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor," ujar Hendrik menirukan ucapan Dian M Nur.

Menurutnya, sesuai amandemen Safety of Life at Sea (Solas 1972) yang merupakan standar internasional, masih perlu pembenahan terkait kegiatan verified gross mass kontainer. Hal itu salah satu langkah mencegah terjadinya kecelakaan kapal pengangkut kontainer.

Sedangkan terkait standar internasional tersebut, tuturnya, kerja sama dengan asosiasi eksportir diperlukan sebagai pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Peraturan Kementerian Perhubungan Nomor 53 Tahun 2018 tentang Kelaikan Peti Kemas dan Berat Kotor Peti Kemas Terverifikasi.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Pusat Benny Soetrisno mengajak pemerintah, pebisnis dan semua pihak untuk mendorong pertumbuhan ekspor nasional.

Benny Soetrisno mengatakan, penguatan kerja sama dengan PT SI dapat membantu eksportir Indonesia mengatasi segala hambatan non tarif di negara tujuan.

Semua pihak sepakat dan fokus melakukan pengembangan ekspor yang juga dibarengi dengan peningkatan investasi. Tujuannya, untuk mendorong pertumbuhan perekonomian nasional yang lebih baik lagi.

Dalam kegiatan tersebut, tambah Hendrik, dilakukan penandatanganan MoU Kegiatan Pendukung Tata Kelola Ekspor dan Impor Barang antara GPEI dengan PT SI.

Turut hadir, selain Dirut PT SI, Sekjen GPEI Toto Dirgantoro serta sejumlah kalangan pebisnis/eksportir nasional, perwakilan PT Pelindo II/IPC dan sejumlah pelaku usaha di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, serta instansi terkait.

Hendrik mengaku setuju dengan gagasan kerja sama itu dan ikut sepakat guna memperkuat kerja sama dalam bidang tata niaga ekspor dan impor Indonesia. Hendrik juga berharap agar para pengusaha ekspor di Indonesia bisa membantu para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam memasarkan produk-produk mereka ke pasar global. (M13/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments