Sabtu, 25 Mei 2019

Ketua DPRDSU: Sistem Pemilu Perlu Direformasi, Biaya Politik Sangat Mahal

* Kandidat Belum Siap Kalah
admin Kamis, 16 Mei 2019 10:38 WIB
SIB/Dok
Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman
Medan (SIB) -Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman berharap sistem Pemilu (Pemilihan Umum) di Indonesia, baik presiden, gubernur dan bupati/wali kota perlu direformasi total dengan mengembalikan kepada sistem pemilihan melalui wakil rakyat atau anggota dewan, guna menghindari besarnya biaya serta mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.

"Sebaiknya para pemimpin bangsa memikirkan untuk merubah sistem Pemilu ke depan, karena sistem Pemilu 2019 telah menimbulkan ratusan korban jiwa dan pembiayaannya cukup fantastis serta derasnya isu-isu yang memecah belah masyarakat," ujar Wagirin Arman kepada wartawan, Rabu (15/5) di DPRD Sumut.

Wagirin menganjurkan agar sistem pemilu 2019 dijadikan momentum perubahan untuk membuat sistem pemilu di Indonesia ke depannya lebih adil dan demokratis, sekaligus mengurangi polarisasi di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

"Kita bisa melihat langsung, Pemilu 2019 ini sarat dengan perselisihan di antara keluarga dan teman, hoaks merajalela dan fitnah-fitnah masih terjadi," ujarnya. Dia menambahkan, biaya atau ongkos politik di Indonesia saat ini terlalu besar. Para kandidat harus menghabiskan uang begitu besar hanya untuk masuk ke arena pertarungan atau "biaya perahu" belum lagi saat pertarungan.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut itu bahkan menyarankan, alangkah baiknya Indonesia menganut sistem Pemilu "electoral college" yaitu pemilihan anggota legislatif mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten dan kota tetap dipilih rakyat. Tapi Pemilu presiden dan kepala daerah cukup, karena diyakini, jika sistem Pemilu 2019 ini tetap dipakai dalam Pemilu selanjutnya, dipastikan lebih banyak mudaratnya ketimbang positifnya.

"Kita melihat karakter bangsa yang berpenduduk sangat besar ini belum mampu menerapkan sistem Pemilu yang dipakai pada 2019 ini. Apalagi masyarakat Indonesia khususnya para kandidat presiden dan kepala daerah belum sepenuhnya komitmen mengedepankan ikrar siap menang dan siap kalah," ujar Wagirin Arman.(M03/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments