Sabtu, 24 Agu 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung Minta Dinas PU Serius Bangun Drainase dan Jalan

Medan Johor Tetap Langganan Banjir

Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung Minta Dinas PU Serius Bangun Drainase dan Jalan

admin Selasa, 16 April 2019 10:55 WIB
SIB/ Horas Pasaribu
DISKUSI: Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung didampingi Anggota Komisi A DPRD Medan Andi Lumban Gaol, disaksikan warga, berdiskusi di lapangan dengan Kabid Jalan Dinas PU Medan Ir Mukhyar, terkait jalan setapak yang rusak dan tidak memiliki drainase (parit) di salah satu lingkungan di Kelurahan Kwalabekala, Kecamatan medan Johor, ketika melakukan peninjauan, Selasa (9/4).
Medan (SIB) -Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SE SH MH mengatakan, wilayah Medan Selatan terdiri dari Kecamatan Medan Johor, Medan baru, Medan Selayang dan Medan Tuntungan sangat rawan banjir. Seharusnya, kawasan ini tidak banjir karena di sana ada Sungai Babura yang mampu menampung berapapun besar debit air hujan.

"Tapi ada yang salah pada drainase, aliran air hujan dari drainase tidak sampai ke sungai. Akibatnya air tumpah dan menggenangi jalan, gang dan rumah warga sampai mereka mengungsi," kata Henry Jhon ketika melakukan peninjauan di sejumlah tempat di kawasan Medan Selatan, Selasa (9/4).

Henry Jhon didampingi Kepala Bidang Jalan Dinas PU Kota Medan Ir Mukhyar, Lurah Kwalabekala Sintong Sagala, Kepling XI Kwalabekala Abdullah Sani Bako, KeplingVI Obedta Purba, Kepling II Budi Sitepu serta Babinsa.

Kawasan yang dikunjungi Henry Jhon adalah Jalan Sei Siguti Medan Baru, Jalan Mesjid Syuhada , Kelurahan Beringin Medan Selayang, Jalan Pintu Air IV Simpang Gudang, Gang Waris, Gang mada, Gang Mustakin, Gang Quba dan Jalan Parang II Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor.

Di Jalan Pintu Air IV Gang Bersama Henry Jhon dan rombongan meninjau jalan yang tidak ada paritnya. Mereka mendengar langsung keluhan warga kalau mereka selalu dihantui banjir. Karena tidak ada parit membuat luapan air masuk ke pemukiman. Begitu juga di Jalan AH Nasution Gang Jadi.

Di beberapa titik rawan banjir, Henry Jhon langsung meminta Mukhyar dari Dinas PU didampingi UPT V Dinas PU Medan Selatan segera menentukan titik dimana dibangun parit. Kemudian meminta meninjau keberadaan gorong-gorong (parit besar) kenapa air dari drainase tidak terkoneksi ke Sungai Babura.

"Banjir di depan masjid Pasar VI, dulunya tidak begitu parah, karena ada jalan yang dipotong antara Pasar VI dan Pasar VII agar ada saluran pembuangan air ke Sungai Babura. Tapi, belakangan saluran itu ditutup sehingga air dari Pasar VII melimpah ke Pasar VI. Akibatnya, warga menderita kebanjiran sampai lima jam," kata Henry Jhon.

Dia meminta Dinas PU bekerja serius professional dan tidak asal jadi. Gorong-gorong katanya harus terkoneksi ke sungai. Waktu meninjau pembangunan riol sungai di Jalan Pintu Air IV, Henry Jhon melihat posisi riolnya malah lebih tinggi dari permukaan air. Beberapa bagian betonnya juga sudah retak-retak. "Saya tegas mengatakan kontraktor yang selalu diberikan proyek oleh Dina PU selalu bekerja asal-asalan, Saya minta Dinas PU agar segera diperbaiki," ungkapnya.

Henry Jhon juga meminta Dinas PU agar menyegerakan perbaikan jalan yang sudah masuk dalam rencana pembangunan. Terlebih Jalan Pintu Air IV sebagai akses ke Kabupaten Deliserdang seperti Kecamatan Namorambe dan Pancurbatu.

"Jalan itu juga akses menuju objek wisata Medan Zoo milik Pemko Medan. Tapi jalannya berlobang-lobang. Jalan setapak di Kelurahan Kwalabekala pun banyak yang rusak. Seperti Jalan Quba Gang Kesatuan dan Gang Bersama yang saya tinjau, jalannya sudah tidak layak, lebih cantik lagi jalan-jalan setapak di kampung-kampung," terangnya.

Anggota Komisi A Andi Lumban Gaol SH yang ikut mendampingi Henry Jhon mengatakan Jalan Kapiten Purba Simalingkar juga sudah rusak berat. Jika hujan terjadi genangan, akibatnya sering terjadi kecelakaan sepeda motor di tempat itu.

Ir Mukhyar mewakili Kadis PU Isha Ansyari yang berhalangan hadir mengatakan, parit-parit yang tumpat akan segera dinormalisasi. Begitu juga jalan-jalan rusak yang sudah dianggarkan akan segera dikerjakan. "Tapi yang belum dianggarkan, akan kami patching (ditambal) menunggu dianggarkan tahun anggaran berikutnya," ungkap Mukhyar. (M10/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments