Kamis, 14 Nov 2019

Kesbangpol Sumut Gelar Sosialisasi Etika dan Budaya Politik di Medan

* Ketua Bawaslu : Nilai-nilai Etika dan Budaya Politik Telah Bergeser di Sumut
admin Rabu, 11 September 2019 13:25 WIB
SIB/Dok
SERTIFIKAT : Kepala Kesbangpol Sumut Anthony Siahaan memberikan secara simbolis sertifikat kepada peserta sosialisasi Etika dan Budaya Politik yang digelar Kesbangpol Sumut di Grand Antares Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (9/9).
Medan (SIB) -Etika dan budaya politik di Sumut saat ini telah terjadi pergeseran dan juga secara nasional. Sebab budaya berpolitik etika itu sudah tidak mengedepankan nilai-nilai budaya dasar yang ditanamkan oleh para leluhur bangsa ini.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida Rasahan saat menjadi narasumber di sosialisasi Etika dan Budaya Politik yang digelar Kesbangpol Sumut di Grand Antares Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (9/9). Juga hadir narasumber lainnya Ketua KPU Sumut Herdensi Adnin dan Kepala Kesbangpol Sumut Anthony Siahaan dan peserta lainnya, yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum lainnya.

Dikatakannya dalam Pancasila semuanya itu sudah dijelaskan. "Bahwa kita mengutamakan permusyawarahan dan kebijaksanaan dalam menilai sesuatu maupun keputusan. Sekarang ini kecenderunganmya, baik peserta Pemilu, masyarakat dan mungkin juga penyelengara dalam melaksanakan tugasnya, itu sudah menyampingkan nilai-nilai budaya. Ini harus dihidupkan lagi dan harus ada pihak yang menjadi penengah untuk meredam situasi ini, khususnya situasi pasca Pemilu 2019 ini," paparnya.

Dia juga berharap riak-riak politik tahun 2019 tidak terkontaminasi pada Pilkada tahun depan di sejumlah daerah Sumut. "Memang sudah ada kesadaran dari masyarakat, bahwa pertarungan politik bukanlah mempertaruhkan segala sesuatunya, seperti hubungan baik kita antar sesama, tetangga kita dan persaudaran kita. Harapan kita juga para elit politik mau mendidik masyarakat termasuk kadernya untuk bersikap dan berlaku santun dalam berpolitik," ujarnya.

Sementara Ketua KPU Sumut Herdensi Adnin mengatakan, etika dan budaya politik saat ini menjadi satu kebutuhan dalam proses pengembangan demokrasi bangsa ini. Tanpa etika dan budaya politik maka demokrasi bangsa ini akan sulit berkembang ke arah yang lebih baik. "Demokrasi kita baru penyelenggaraan demokrasi yang jujur dan adil. Semestinya jangkauan demokrasi ini lebih dari sekedar penyelenggaraan Pemilu. Seharusnya bagaimana memberikan ruang dan akses kepada masyarakat lebih luas supaya bisa menggapai kesejahteraan. Saya kira tanpa etika dan budaya politik, itu akan sulit diwujudkan," katanya.

Sedangkan Antohny Siahaan mengharapkan, melalui acara sosialisasi ini bisa tercipta etika dan budaya politik yang santun dan bermartabat di wilayah Sumut. Apalagi tahun depan ada sejumlah daerah yang akan melakukan Pilkada di Sumut. "Kita berharap pertarungan politik ke depan jangan lagi ada muncul pertarungan di luar konteks politik. Usai pertarungan politik selesai mari kita kembali bermasyarakat dengan baik dan bermartabat," katanya.

Menurut dia, etika dan budaya politik di Sumut masih bertaraf baik sampai saat ini. Karenanya diharapkan etika dan budaya politik di masyarakat Sumut semakin dewasa dan tinggalkan pengalaman masa lalu. "Kalau sudah kalah, hasilnya harus diterima. Memang seperti itu alam demokrasinya. Kita harus menjunjung demokrasi yang baik di Sumut," ujarnya.

Namun, lanjut dia, hak pilih sebagai masyarakat harus disampaikan. "Kita sebagai masyarakat pemilih harus ikut mengawal demokrasi yang lebih baik ke depan. Kalau ada penyimpangan kita laporkan ke Bawaslu, polisi dan lainnya," paparnya.(M11/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments