Senin, 18 Nov 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Kelompok Tani Desa Bahdamar Sergai Bentrok dengan SPBUN dan BKO Kebun Dolokilir

Kelompok Tani Desa Bahdamar Sergai Bentrok dengan SPBUN dan BKO Kebun Dolokilir

* 3 Anggota Poktan Luka-luka
Kamis, 22 November 2018 11:03 WIB
Sergai (SIB) -Sejumlah anggota Kelompok Tani (Poktan) Karya Mandiri Jaya yang juga sebagai warga Desa Bahdamar, Kecamatan Dolokmerawan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), bentrok dengan ratusan personil SPBUN dan BKO PTPN 4  Kebun Dolok Ilir di areal kawasan afdeling 3, Sabtu (17/11) pagi.

Informasi diperoleh, insiden bentrokan itu disebut-sebut karena lahan yang mereka klaim milik mereka (Poktan Karya Mandiri) seluas 121 Ha yang  diusahakan warga sejak tahun 2000, tiba-tiba dirusak pihak PTPN IV Dolok Ilir dibantu BKO perusahaan.

Anggota Poktan Karya Mandiri, Zailani Purba didampingi Thamrin Sinaga, Sunaryo, Sariaman Purba dan Alfian Purba kepada SIB, Rabu (21/11) mengatakan, sekira pukul 10.00 WIB, ratusan oknum SPBUN, sekuriti, bersama BKO perkebunan mendatangi areal tersebut dan langsung mencabuti tanaman ubi warga.

Mengetahui perladangannya dirusak, ia bersama enam anggota Poktan lainnya bergegas menuju lokasi kejadian, dan memertanyakan apa dasar hukum pihak perusahaan mengacak-acak lahan mereka.

"Pada saat itu terjadilah adu mulut dengan pihak BKO perusahaan (berseragam aparat), namun mereka tetap melakukan pengerusakan secara arogan. 
Akibat suasana yang semakin memanas itu, sambung Zailani, oknum BKO perusahaan secara spontan mendatangi seorang anggota Poktan dan langsung memukuli wajahnya hingga menderita luka yang cukup serius. 

Tidak terima dengan perilaku oknum BKO tersebut, masih kata Zailani, pihaknya kemudian mendatangi Kantor Sub Denpom I/I Tebingtinggi untuk melaporkan dugaan tindak penganiayaan oleh oknum berseragam itu. "Tapi, pihak Sub Denpom menyarankan kami untuk melapor ke Polres Tebingtinggi. Begitu, tiba di Mapolres, petugas yang ada di situ kembali menyarankan untuk membuat laporan ke Polsek Dolokmerawan, dengan alasan wilayah tersebut masih wewenang Kepolisian Sektor Dolokmerawan. Namun, sangat disayangkan laporan pengaduan yang akan kami buat belum ada tanggapan," bebernya. 

Dari kondisi itu, mewakili suara Poktan Karya Mandiri, Zailani pun berharap agar petugas kepolisian dan pihak-pihak terkait lainnya dapat mengakomodir laporan mereka atas dugaan tindak penganiayaan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Dolokmerawan AKP M Manik saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya membenarkan bahwa pada hari Sabtu (17/11), sejumlah anggota Poktan Karya Mandiri telah mendatangi Mapolsek Dolokmerawan untuk membuat laporan atas dugaan tindak penganiayaan.

"Benar, mereka telah menyambangi Mapolsek. Tapi laporannya belum ada dibuat, karena saya dan sebagian besar personil tidak berada di Mako. Kami masih di lapangan," katanya. 

Pihaknya berjanji akan mengakomodir setiap laporan yang akan disampaikan oleh kelompok tani tersebut. "Apabila dalam waktu dekat mereka (Poktan Karya Mandiri) ada membuat laporan ke Polsek, kita akan siap menampungnya," imbuh Kapolsek. (C11/l)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments