Minggu, 20 Sep 2020

Kejatisu Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Surat Berharga

admin Rabu, 15 Mei 2019 10:16 WIB
Medan (SIB) -Kasus dugaan penyimpangan terkait pembelian Surat Berharga oleh Bank Sumut di PT NSP tahun 2017-2018 yang nilainya Rp 177 miliar itu, kini ditangani penyidik Pidsus Kejatisu. Bahkan prosesnya sudah ditingkatkan dari penyelidikan (Lid) ke tahap penyidikan (Dik).

Penyidik sedang melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi saksi untuk selanjutnya melakukan penetapan tersangka.

Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian didampingi Kasidik Odit dan Kasitut Robertson Pakpahan (ketua tim) kepada wartawan, Senin (13/5) membenarkan adanya penanganan kasus dugaan penyimpangan terkait pembelian surat berharga tersebut.

Tadinya wartawan memertanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan penyimpangan pembelian Surat Berharga oleh Bank Sumut di PT NSP yang disebut-sebut mencapai Rp 177 miliar tersebut.

Sumanggar menyebutkan, dalam pembelian Surat Berharga itu diduga ada penyimpangan atau tidak sesuai mekanisme, sehingga bisnis perbankan yang tadinya diharapkan menguntungkan itu, ternyata justru merugikan. Pasalnya PT NSP tidak mengembalikan bunga atas investasi Surat Berharga tersebut.

Pakpahan mengakui, sejak ditanganinya kasus dugaan penyimpangan di Bank Sumut tersebut, sedikitnya belasan orang yang terkait telah dimintai keterangan, termasuk beberapa pejabat Bank Sumut serta ahli bidang bisnis perbankan. Sementara mantan Dirut maupun Dirut Bank Sumut saat ini belum dilakukan pemeriksaan.

Robertson selaku ketua tim jaksa pemeriksa dalam kasus itu juga mengakui, untuk penetapan tersangka, terlebih dahulu akan dilakukan ekspos atas hasil pemeriksaan di tingkat penyidikan. (BR1/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments