Selasa, 29 Sep 2020

Kejatisu Gelar Upacara Hari Anti Korupsi Sedunia

admin Kamis, 13 Desember 2018 16:01 WIB
Medan (SIB)- Selama periode Januari sampai November 2018, secara nasional Kejaksaan RI telah berhasil melakukan penyelamatan  keuangan negara Rp 522.452.034.001 melalui penanganan dan penyelesaian perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) yang berkualitas. Atas capaian itu Jaksa Agung HM Prasetyo menyampaikan terima kasih kepada segenap jajaran Adhyaksa yang telah bekerja keras melakukan berbagai upaya menyelamatkan aset-aset negara yang telah dikorupsi.

Hal ini dinyatakan Jaksa Agung HM Prasetyo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakajatisu Yudhi Sutoto, pada upacara peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia untuk tingkat Kejatisu di halaman kantor Kejatisu, Senin (10/12). "Jadi penegakan hukum yang tegas  tidak semata  memberikan efek jera dengan menghukum pelaku melainkan  juga mengoptimalisasikan  upaya pengembalian dan penyelamatan keuangan negara  yang hilang akibat korupsi," kata Jaksa Agung.

Ditegaskannya, keberhasilan  pemberantasan korupsi dalam memberikan hasil yang maksimal terletak pada  konsistensi dan kesungguhan dalam melakukan upaya  pencegahan dan pemberantasan korupsi secara berkesinambungan dalam waktu jangka  panjang. "Melalui peringatan ini marilah kita  menyatukan arah dan tujuan  untuk melangkah pasti bergandengan tangan  meneguhkan tekad dan semangat membangun masa depan negeri yang bebas korupsi," kata Jaksa Agung.

Momentum  peringatan  Hari Anti Korupsi kali ini tambah Jaksa Agung, hendaknya  juga dapat mendorong dan menggelontorkan semangat gerakan anti korupsi sebagai   gerakan bangsa yang dilakukan secara bersamaan. Kehadiran aparatur Kejaksaan dituntut senantiasa proaktif melakukan  upaya pencegahan korupsi guna menekan laju praktik korupsi, ujarnya.

Usai upacara Hari Anti Korupsi dilanjutkan dengan  gathering press di ruang rapat Kejatisu yang dihadiri Wakajatisu Yudhi Sutoto, Aspidsus Agus Salim, Asintel Leo Simanjuntak, Asdatun Munasim, Aswas Firdaus, Aspidum  Adyward Kaban, Asbin, Kabag TU para Kordinator dan Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian serta Kasi Penyidikan Odit.

Aspidsus Kejatisu menguraikan secara singkat rekapitulasi penanganan   perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam tahun 2018 khususnya di Kejatisu. Dari sejumlah perkara Tipikor yang ditangani ada beberapa perkara  yang tergolong menarik  perhatian masyarakat yaitu   perkara  dugaan penyimpangan  dalam pelaksanaan proyek pembangunan rigid beton pada Dinas PU  Kota Sibolga TA 2016  dengan kerugian Rp 9 miliar dan telah dikembalikan Rp 7 miliar. Perkara ini telah diputus pengadilan dengan tersangka  13 orang yaitu 3 unsur PNS termasuk Kadis PU Sibolga dan 10 rekanan.

Kemudian juga dianggap termasuk perkara menarik perhatian dalam proses penanganannya, terkait  dugaan Tipikor pemberian fasilitas kredit BRI Agroniaga Cabang  Rantauparapat dengan total platfond Rp 22 miliar, kasus dugaan korupsi pekerjaan  Instalasi Pengelolaan Air (IPA) di PDAM Tirtanadi Sumut dengan kerugian negara Rp 18 miliar dan dugaan Tipikor dalam pembangunan Tapian Siri Siri dan Taman Raja Batu Tahun 2016 di Kabupaten Mandailing Natal.

Agus Salim menjelaskan, melalui penanganan perkara Tipikor di tingkat penyelidikan (LID) dan penyidikan(DIK) bidang Pidsus berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara Rp 4,012 miliar dan tingkat penuntutan  sebesar Rp 8,446 miliar, penyelamatan melalui uang pengganti Rp 21,161 miliar, melalui hukuman denda   Rp 5,975 miliar. (BR1/q)
Editor: admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments