Jumat, 15 Nov 2019

Kejari Deliserdang Tangani 612 Kasus Narkotika Selama 2018

admin Sabtu, 19 Januari 2019 15:35 WIB
SIB/INT
Ilustrasi

Lubukpakam (SIB)- Kasipidum (Kepala Seksi Pidana Umum) Kejaksaan Negeri Kabupaten Deliserdang, Olan Pasaribu SH mengatakan, berkas perkara yang masuk dari Kepolisian sepanjang tahun 2018, untuk kasus narkotika sebanyak 612 berkas, meningkat 100 persen dari 2017 lalu berkisar 340 perkara. "Ini menunjukkan perkara narkotika hampir mencapai 100 persen dari tahun sebelumnya dan mengalami peningkatan cukup signifikan," kata Olan Pasaribu kepada wartawan, Kamis (17/1).

Mantan Kacabjari Labuhan Deli ini juga merincikan bahwa tahun 2018 untuk berkas perkara KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang masuk sebanyak 40 berkas dan perkara Cabul sebanyak 72 berkas, total perkara narkotika, cabul dan KDRT Tahun 2018 berjumlah 724 berkas perkara.

Untuk Tahun 2018 yang masuk, TPUL (Tindak Pidana Terhadap Umum Lainnya) berjumlah 724 berkas, Oharda (Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda) berjumlah 407 berkas perkara dan untuk Kamtibum (Tindak Pidana Keamanan dan Ketertiban Negara serta Ketertiban Umum) sebanyak 66 berkas perkara, total berjumlah 1197 berkas perkara.

Sedangkan untuk Tahun 2017, perkara TPUL yang masuk dari pihak kepolisian berjumlah 613 berkas, Oharda sebanyak 426 berkas dan Kamtibum sebanyak 29 berkas perkara sehingga total jumlahnya sebesar 1128 berkas perkara.

Olan Pasaribu mengimbau kepada masyarakat luas khususnya masyarakat Deliserdang agar orangtua dan keluarga harus berperan aktif dan lebih selektif untuk mendidik dan mendampingi anaknya dalam segala hal.

"Ajaran agama harus diperkuat mendidik anak sehingga tidak menyimpang dari hal yang tidak diinginkan, apalagi saat ini pengaruh tingginya teknologi seperti HP android dan media sosial, mudahnya membuka situs film pornografi membuat anak-anak mudah tergoda dan terjadilah kasus pencabulan," pinta Kasipidum, Olan Pasaribu SH. (C05/q)

T#gs Kejari Deliserdang Tangani 612 Kasus Narkotika Selama 2018
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments