Rabu, 27 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran

Kasus Kredit Fiktif BRI, Tiga Ruko Disegel Kejari Binjai

Jumat, 23 November 2018 11:04 WIB
SIB/Erwin
Kejari Binjai menyita tiga ruko di jalan Sukarno-Hatta Km 18 Binjai Timur terkait kredit fiktif BRI.
Binjai (SIB) -Kejaksaan Negeri Binjai menyita tiga unit ruko yang belum selesai dibangun sebagai jaminan dalam perkara kredit fiktif BRI. Dalam perkara ini dua orang dari tiga tersangka sudah ditahan.

Kajari Binjai Victor Antonius Saragih Sidabutar turun langsung ke lokasi Ruko itu bersama Kasi Pidsus Asepte Gaulle Ginting dan penyidik Pidsus Sri Fadillah.

Mereka melakukan penyitaan dan menyegel Ruko tersebut disaksikan lurah, Kepling dan saksi lain. "Sudah kami sita tiga unit Ruko di Jalan Soekarno-Hatta Km 18 Binjai, Komplek Puri Kurnia. Langkah selanjutnya penyelesaian pemberkasan yang sudah ada tersangkanya. Sudah dua orang ditahan tersangkanya, satu orang lagi masih kita cari.

Setelah disita Ruko dipasangi Kejaksaan Line. Nanti dieksekusi untuk pengembalian uang pengganti," kata Victor Antonius.

Amatan SIB, dua rumah toko itu berdiri berdampingan. Sedangkan satu ruko lainnya berjarak 15 meter. Kondisi Ruko dipenuhi semak belukar, diselimuti lumut dan belum ada terpasang pintu, jendela.

Diketahui Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai telah menetapkan dua pejabat BRI dan seorang nasabah (pemohon kredit) resmi sebagai tersangka, Selasa (9/10) kemarin.

Kajari Binjai Victor Antonius Saragih Sidabutar menjelaskan, kredit fiktif yang menjadi perkara bermula dari nasabah seorang pengusaha berinisial DS yang meminjam uang ke BRI Cabang Pembantu Katamso Medan sebesar Rp 500 juta pada tahun 2009. Teranyar diketahui pinjaman dilakukan sebanyak tiga kali dengan nilai yang sama yakni Rp 500 juta dikali tiga, sehingga ada temuan Rp1,5 miliar.

Dijelaskan Kajari, DS dalam pengajuan permohonannya memakai nama UD Grace Panglima Denai, CV Finance SS dan CV Deandls dengan jaminan Bangunan SHM No 703, SHM No 699, SHM No 698.

"Perkaranya kredit fiktif. Jaminan tidak sesuai faktanya, sudah kita tetapkan tersangka tiga orang. Kapasitasnya pejabat bank ada dua orang dan pihak swasta seorang. Kita tetapkan tersangka, dalam dua perkara yang beda," kata Kajari.

Tersangka dari pihak Bank BRI yakni AS selaku Pimcab BRI Pembantu Katamso Medan dan OS pejabat pelaksana yang melakukan tugas penilaian kegiatan di lapangan untuk proses permohonan kredit. Sedangkan pihak swasta adalah pemohon DS.

Dua pejabat ditetapkan tersangka karena BRI Cabang pembantu SM Raja memberi pinjaman, tidak mengecek langsung jaminan apakah sesuai dengan berkas yang dijaminkan. Dalam kasus ini KPKNL Kajari telah memanggilnya.

Hasil koordinasi dengan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) telah memeriksa dan memintai keterangan mengenai usaha properti milik DS. Temuannya izin tidak ada. Dan temuan BPN Kota Binjai bahwa jaminan DS memang tidak sama dengan perjanjian kreditnya.

Diketahui jaminan DS kepada BRI Cabang Pembantu Katamso Medan berupa ruko tiga pintu, berlantai dua di Jalan Soekarno-Hatta, Km 18, Binjai Timur. Diduga tanpa dilakukan pengecekan lebih dulu oleh BRI Cabang Pembantu Katamso, perbankan plat merah itu mencairkan dana pinjaman kepada DS.

Pasca menerima dana pinjaman, DS terus menunggak membayar kredit. Akibatnya, BRI berupaya melakukan penyitaan atas ketiga ruko yang menjadi jaminan.
Usai disita, BRI melakukan pelelangan per rukonya seharga Rp 275 juta pada Juli 2013. Menurut Kajari, pemenang lelang itu adalah Sugianto. Oleh Sugianto, ruko yang dibelinya melalui pelelangan BRI itu dijual kepada Moina yang kemudian atas nama Sertifikat Hak Milik (SHM) dibalik namakannya.

Hasil temuan terjadi sengketa. Rupanya ruko yang dibeli Sugianto itu milik Herlina Purba yang berdomisili di Jakarta. Herlina Purba pun kaget asetnya disita BRI yang kemudian berubah SHMnya.

Sejumlah saksi yang pernah diperiksa dalam proses penyelidikan perkara, di antaranya Herlina Purba, pihak yang merasa dirugikan dan komplain karena asetnya disita BRI dan pejabat di BRI Cabang Pembantu Katamso Medan. (A25/q)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments