Minggu, 31 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Kasihan Pedagang Kucar- kacir Akibat Pembangunan Pasar Induk Tidak Punya Konsep

Anggota DPRD Medan

Kasihan Pedagang Kucar- kacir Akibat Pembangunan Pasar Induk Tidak Punya Konsep

Rabu, 17 Juni 2015 10:04 WIB
Medan (SIB)- Persoalan pedagang Pasar Induk makin menuai masalah, pedagang yang patuh dipindah ke pasar induk makin meradang karena jualan tidak laku. Sedangkan yang masih bertahan di Jalan Sutomo sekitarnya harus bentrok dan main kucing-kucingan dengan Satpol PP. Akibat bentrok tersebut yang jadi korban adalah pedagang dan Satpol PP.

Semua ini terjadi kata Ketua Fraksi P Demokrat DPRD Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu, MSi dikarenakan pembangunan pasar induk tidak memiliki konsep dan kajian yang diperlukan. Pemko melalui Dinas Perkim asal bangun saja, tanpa mempertimbangkan aspek keamanan, kenyamanan dan keterjangkauan pembeli sampai ke lokasi.

“Jangan karena kita berkuasa lantas sesuka hati kita membuat kebijakan tanpa memperhitungkan apa untung ruginya. Setelah bangunan pedagang disuruh pindah dan yang membangkang tidak mau digusur dikejar-kejar oleh Satpol PP, akhirnya mereka jadi liar berjualan kemana-mana dimana suka,” ucap Herri kepada wartawan, Selasa (16/6).

Selasa dini hari pedagang bentrok dengan Satpol PP, akhirnya mereka berjualan di Jalan Rakyat simpang Jalan Perjuangan, Kecamatan Medan Perjuangan. Keberadaan mereka membuat jalanan macet, tapi itu harus mereka lakukan karena harus mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Herri meminta agar Pemko jangan terlalu memaksakan kehendak terhadap pedagang, karena mereka adalah pahlawan ekonomi kerakyatan.

Menurut dia, kalaulah Pemko sebelumnya punya konsep yang baik untuk pasar induk tentu tidak terjadi penolakan. Karena selama di Jalan Sutomo, Jalan Seram, Jalam Bedagai, Jalan Ambon, pedagang sudah enak, nyaman berdagang dan dapat untung. Semestinya di pasar induk mereka harus lebih enak lagi, ketika berjualan pembeli ada, kenyataannya mereka buntung. Pembeli enggan datang karena jalan kesana gelap tidak ada penerangan, angkutan juga tidak ada serta jaminan keamanan ke lokasi tidak ada.

“Kenapa pedagang harus dihadapkan dengan hal-hal yang sulit, mereka berjualan untuk mendapat untung, kalau mulai dari nol, memulai penjajakan di lokasi baru tanpa pembeli kan mereka jadi gulung tikar. Apalagi tempat di pasar induk tidak cukup menampung semua pedagang, maka jangan disalahkan kalau ada pedagang tidak mau dipindahkan,” tegas Herri.

Pemko harus mencari perbandingan daerah yang sukses membangun pasar, seperti Jokowi semasa menjadi Gubernur DKI. Jokowi membangun Pasar Klewer, disiapkan semua fasilitas yang nyaman, diberi gratis cicilan tahun pertama. Akhirnya pedagang enak berjualan dan dapat untung, pedagang belanja dengan nyaman dan pemerintah dapat kontribusi dari retribusi pasar.” Semuanya enak-sama enak, kepada tidak seperti itu yang dilakukan Wali Kota Dzulmi Eldin?” imbuhnya.

Sementara Ketua Fraksi PDI Perjuangan Robi Barus mengatakan, Pemko belum mencabut izin lokasi Jalan Sutomo sekitarnya sebagai tempat berjualan. Kalaupun pedagang harus pindah infrastrukturnya harus dibenahi dulu, lokasi harus nyaman dan bisa menampung semua pedagang. Kalau pasar induk belum siap, maka pemko harus memberi mereka kesempatan berjualan di tempat semula sebelum Pemko mempersiapkan pasar induk sebagai tempat berjualan yang layak bagi pedagang.

Hal senada juga disampaikan Anggota Fraksi PDI Perjuangan Paul Mei Anton Simanjuntak, SH dan Sekretaris Fraksi Genrindra Ir Sahat Simbolon. Kedua anggota Komisi D ini meminta agar Pemko mencari jalan keluar bagi pedagang tanpa ada kekerasan. Memang pedagang harus mematuhi aturan, tapi mereka perlu mendapat tempat yang layak. “Karena kalau terus-terus dauber-uber, kasihan mereka, ini mau memasuki tahun ajaran baru anak sekolah, belum lagi mau lebaran, semuanya butuh biaya, darimana mereka dapat uang kalau tidak berjualan, pemko harus arif dan bijaksana, itulah model pemimpin yang pengayom. Kami tidak tega melihat mereka harus berjualan di Jalan Rakyat, di daerah Dapil kami, mohonlah Pemko jangan hanya mempersalahkan mereka, kalau dibiarkan akan makin runyam,” ucap mereka. (A12/w)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments