Sabtu, 14 Des 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Kasat Reskrim dan Forkopimda Sergai Bantu Warga Kubur Bangkai Babi di Seibamban

Kasat Reskrim dan Forkopimda Sergai Bantu Warga Kubur Bangkai Babi di Seibamban

redaksi Kamis, 14 November 2019 20:09 WIB
SIB/Dok
BERSIHKAN : Gunakan garpu sampah, Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Hendro Sutarno (kanan) saat membantu warga membersihkan sampah dan bangkai babi di aliran sungai di Desa Seibamban dan Bakaranbatu, Kecamatan Seibamban, Rabu (13/11).
Sergai (SIB)
Dengan menggunakan garpu pembersih sampah, Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Hendro Sutarno membantu warga untuk mengubur bangkai babi di Desa Seibamban dan Bakaranbatu, Kecamatan Seibamban, Rabu (13/11). Tak hanya Kasat, warga juga dibantu unsur Forkompinda, Forkopincam dan Koramil setempat.

Kasat mengatakan, hari tersebut dimulainya pembersihan bangkai babi yang mengapung di aliran sungai di Kabupaten Sergai. Pihaknya menargetkan, dalam seminggu, sudah tak ditemukan lagi bangkai babi yang berserakan di aliran sungai.

"Untuk hari ini, ada 80 ekor lebih bangkai babi yang kita kubur. Tak hanya berhenti di situ, tim juga akan menyisir hingga ke hulu sungai atau persisnya di Kecamatan Dolokmasihul," ungkapnya saat diwawancarai SIB.

Sebelumnya, Pemkab Sergai bersama kepolisian dan TNI menggelar rapat koordinasi mengenai penanganan wabah Hog Colera di Tanah Bertuah Negeri Beradat. Rapat yang diadakan di Aula Sultan Serdang tersebut dipimpin langsung oleh Sekdakab M Faisal Harsimy AP MAP yang mewakili Bupati Sergai Ir H Soekirman.

Sekdakab menyebut, permasalahan temuan bangkai babi di Sergai merupakan hal yang serius. Hal itu ditandai dengan adanya temuan berupa 849 ekor babi yang mati di sentra-sentra peternakan seperti, di Kecamatan Dolokmasihul, Seirampah dan Tebingtinggi.

Masalah bukan hanya terletak pada babi yang mati, namun juga perilaku oknum-oknum tak bertanggungjawab yang membuang bangkai babi ke aliran sungai. Menurutnya, hal tersebut dapat memberi dampak buruk bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.

Semestinya, selaku pemerintah, pihaknya mengimbau kepada jajarannya agar lebih tanggap dan melakukan penanggulangan secara komprehensif. "Dengan diadakannya rapat koordinasi ini, diharap agar seluruh lintas sektoral seperti ASN, Polri dan TNI dapat bersinergi guna menanggulangi persoalan tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Panisean Tambunan SSos menyampaikan, bahwa pihaknya telah melakukan pengambilan sampel air sungai pada Senin (11/11) lalu di Dusun I, Desa Tebingtinggi, Kecamatan Tanjungberingin. Pihaknya juga telah memeriksakan air sungai itu ke laboratorium di Kota Medan dan akan mendapat hasilnya di 7 hari kerja.

Sedangkan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, M Aliudin mengatakan, bahwa populasi ternak babi di Sergai yang tersebar di 17 kecamatan, ada sekitar 31.626 ekor. Dari data tersebut, ada 894 babi yang mati karena terindikasi virus Hog Colera yang tersebar di 5 kecamatan dan 9 desa.

Sebagai langkah tindakan cepat, pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait serta telah mendirikan posko di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan maupun di setiap kecamatan di Sergai.

"Kami berharap kepada camat dan kepala desa di Sergai untuk segera melaporkan ke kami, jika ada hewan ternak babi milik warga yang mati," pungkasnya. (T09/T06/q)



T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments