Kamis, 19 Sep 2019

Kapolrestabes Medan Pimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapan Pemilu

admin Sabtu, 06 April 2019 11:02 WIB
SIB/Dok
BERI PENGARAHAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi didampingi personel TNI saat memberikan pengarahan dalam apel gelar pasukan untuk kesiapan Pemilu, di lapangan Sejati Jalan Karya Jaya Medan, Jumat (29/3).
Medan (SIB)-Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi pimpin apel gelar pasukan untuk kesiapan Pemilu, di lapangan Sejati Jalan Karya Jaya Medan, Jumat (29/3).

Turut hadir PJU Polrestabes Medan, Kapolsek jajaran, yang mewakili Wali Kota Medan, mewakili Bupati Deliserdang, Pasi Ops Kodim 0201/BS Mayor Inf Amrizal Nasution, KPU, Bawaslu dan DKPP Medan serta para undangan.

Dalam arahannya, Kapolrestabes mengatakan bahwa Pemilu serentak 2019 merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah. Pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebanggaan, sekaligus menjadi sorotan dunia internasional terkait apakah Bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan demokratis dan berintegritas dalam rangka memilih pimpinan nasional dan legislatifnya.

"Sukses atau tidaknya pesta demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Tidak saja anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada. Akan tetapi pihak penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu dan DKPP) wajib hukumnya menunjukkan kinerja yang objektif dan transparan," ujarnya.

Peran TNI-Polri yang berada di luar lingkup penyelenggara Pemilu sangat menentukan suksesnya keberlangsungan Pemilu yang dilaksanakan secara umum, bebas, rahasia, jujur dan adil

"Pemilu serentak 2019 merupakan kesempatan berharga bagi rakyat Indonesia untuk memilih anggota legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat. Sekaligus sarana untuk memilih pemimpin nasional guna mewujudkan cita-cita nasional Bangsa Indonesia," terangnya.

Dadang sependapat bahwa ajang ini bukanlah untuk membenturkan satu pihak dengan pihak yang lain. Atau ada konflik antara kubu yang satu dengan yang lainnya. Namun sejatinya Pemilu memilih pemimpin dan bukan mengadu pemimpin. Momen ini harus menjadi ajang untuk unjuk kompetensi program dan kapabilitas untuk mendapat kepercayaan rakyat yang akan memilihnya menjadi pemimpin nasional.

"Kita ketahui bersama bahwa terkait dengan penyelenggaraan Pemilu masih terdapat ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraan Pemilu. Kita ketahui bersama bahwa Bawaslu dan Polri telah mengeluarkan indeks kerawanan Pemilu yang merupakan pemetaan terhadap kerawanan-kerawanan yang diprediksi akan timbul di setiap daerah," katanya.

Menurut dia, pemetaan kerawanan ini meliputi sisi penyelenggaraan dan sisi keamanan serta ketertiban masyarakat. Oleh karena itu Kapolrestabes mengajak seluruh stakeholder terkait untuk segera mengenali, menemukan dan menetralisir serta mengatasi kerawanan-kerawanan tersebut.

"TNI-Polri selaku institusi yang bertanggung jawab langsung terhadap pengamanan jalannya Pemilu serentak. Apabila menemukan adanya kerawanan dan hambatan, harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan prosedur tetap dan aturan hukum yang berlaku. Sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak yang akan mengganggu jalannya Pemilu," imbaunya.

Masih kata Kombes Dadang, pihaknya merasakan bahwa dalam tahapan Pemilu 2019 akan muncul berbagai kerawanan seperti menyebarnya berita bohong (hoax-red) dan meningkatnya politik identitas di samping kerawanan lainnya.

"Saya akan menyampaikan beberapa penekanan untuk di pedomani bersama dalam melaksanakan tugas pengamanan Pemilu, yakni satu, pamahi bahwa tugas Pam Pemilu ini adalah kehormatan dan kebanggaan yang tidak dapat dinilai dengan apapun, sekaligus menjadi amal ibadah. Kedua, jalin sinergitas antara unsur pemerintah, TNI-Polri dan seluruh komponen masyarakat guna mewujudkan keamanan dan kelancaran pelaksanaan tugas," ungkapnya.

Ditambahkan Dadang, ketiga segera kenali, cari, temukan dan atasi serta netralisir potensi kerawanan agar tidak berkembang dan mengganggu penyelenggaraan Pemilu. Keempat, tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku terhadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu kelancaran Pemilu. Kelima, Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus mampu ikut serta menenangkan masyarakat agar tidak resah dengan menyebarnya berita hoax, serta menguatnya politik identitas yang dapat menggerus disintegrasi bangsa.

"Dan keenam, inventarisir dan berkoordinasi dengan tokoh agama, adat, pemuda serta tokoh masyarakat untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman," pungkasnya. (A16/d)


T#gs Kapolrestabes Medan Pimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapan Pemilu
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments