Sabtu, 23 Mar 2019

Kanim Klas I Sus TPI Medan dan Disnaker Jalin Kerjasama Antisipasi TKI Ilegal

* Agato Simamora : Jelang Pemilu, Perlu Peningkatan Pengawasan dan Penanganan WNA
admin Jumat, 15 Maret 2019 11:27 WIB
SIB/ Dok
WAWANCARA: Kepala Kanim Klas I Sus TPI Medan Agato PP Simamora SH diwawancara wartawan Harian SIB Roy Marisi Simorangkir di ruang kerjanya, Kamis (14/3).
Medan (SIB) -Kantor Imigrasi (Kanim) Klas I Khusus Tindak Pidana Imigrasi (Sus TPI) Medan akan menjalin kerjasama dengan pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), terkait tindak lanjut penanganan permohonan paspor, khususnya terhadap pemohon dengan usia kerja. Hal itu disebutkan Kepala Kanim Klas I Sus TPI Medan Agato PP Simamora SH saat diwawancara SIB di ruang kerjanya, Kamis (14/3).

Dikatakan, kerjasama tersebut dilakukan pihaknya sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi penyelewengan penggunaan paspor, seperti serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal.

Selama ini pihaknya telah menolak sejumlah permohonan paspor dengan pemohon usia kerja, karena petugas pelayanan mencurigai pemohon akan menyalahgunakan dokumen negara itu.

"Pihak Disnaker sudah setuju untuk bekerjasama. Nantinya, permohonan paspor dengan pemohon usia kerja yang mencurigakan akan ditindaklanjuti pihak Disnaker. Hal itu sekaligus untuk menguji kecurigaan petugas terhadap pemohon paspor. Diharapkan, kerjasama ini efektif menggagalkan TPPO dana TKI Ilegal," ujarnya.

Ditambahkan, mengingat Pemilu 2019 dipastikan menyedot perhatian banyak negara lain, pihaknya sedang membuat konsep kerja perihal pengawasan dan penanganan warga negara asing. Pemilu Indonesia diperkirakan akan diikuti sejumlah warga negara asing lintas profesi antara lain jurnalis, pemantau Pemilu dari negara asing, hingga organisasi non pemerintahan/Non-Governmental Organization (NGO).

Menurutnya, pengawasan keabsahan izin masuk dan penanganan warga negara asing merupakan bagian tugas pihak keimigrasian, termasuk memprediksi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang akan dihadapi nantinya. Sedangkan untuk jurnalis asing, visa yang digunakan perlu mendapat perhatian khusus.

"Sebagai salah satu negara terbesar, pesta demokrasi mendatang tentu menjadi perhatian banyak negara. Untuk itu, konsentrasi pengawasan dan penanganan orang asing sudah mulai diberlakukan sejak masa kampanye, minggu tenang, saat pencoblosan, pembacaan hasil serta penetapan pasangan presiden," jelas mantan Kadiv Imigrasi Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali itu.

Menjawab SIB, diakui selama 3 minggu menjabat Kakanim Klas I Sus TPI Medan dirinya terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, meliputi perbaikan sarana dan prasarana, mekanisme pelayanan, hingga pelatihan.

"Menurut saya, SDM adalah aset yang harus terus dibekali keahlian dan keterampilan. Saat ini, sedang diadakan pelatihan membuktikan dokumen palsu. Lalu perbaikan sarana dan prasarana seperti Mushola dan toilet. Dimanapun saya bertugas, selalu saya tanamkan budaya bekerja sepenuh hati dan menempatkan diri sebagai pelayan," tegasnya.

Dipaparkan, sejumlah strateginya yaitu fokus terhadap rencana kerja yang dapat dan perlu dikerjakan, pelaksanaan tugas secara tepat fungsi dengan efektif dan efisien, serta selalu mempertimbangkan perbandingan harga dalam suatu kegiatan. "Dalam struktur pimpinan, saya dibantu 5 kepala bidang (Kabid). Namun, kami selalu bermusyawarah dalam membuat keputusan. (A15/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments