Senin, 16 Sep 2019

Kadis Sosial Sumut: Pulihkan Kembali Nilai-nilai yang Memudar

admin Selasa, 16 Juli 2019 22:36 WIB
SIB/Yogie S
Foto Bersama : Kadis Sosial Sumut H Rajali diwakili Sekretaris Barita Sihite, foto bersama panitia, narasumber dan peserta kegiatan Restorasi Sosial Melalui PSKS Tahun 2019 di Medan, Senin (15/7).
Medan (SIB) -Kadis Sosial Sumut H Rajali SSos MSP mengatakan, Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dengan jumlah penduduk sangat besar dari berbagai suku, adat budaya, bahasa dan agama, sehingga mengandung potensi konflik yang besar pula.

"Untuk itu, persatuan dan kesatuan bangsa harus dijaga yakni Bhinneka Tunggal Ika. Walaupun kita berbeda, tetapi tetap satu," ungkap Rajali diwakili Sekretaris Dinsos Sumut Barita Sihite SSos MSP dalam acara pembukaan kegiatan Penguatan Restorasi Sosial Melalui Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Provinsi Sumut Tahun 2019 di Hotel Grand Jamee Medan, Senin (15/7).

Namun, katanya, menjaga Bhinneka Tunggal Ika saat ini sangat berat, karena banyak masalah sosial yang terjadi di masyarakat antara lain kerusuhan, terorisme dan disintegrasi bangsa. "Tentu kita tidak menghendaki terjadinya perpecahan bangsa. Karena kemerdekaan yang telah kita raih merupakan hasil dari semangat persatuan dan kesatuan yang begitu tinggi dari bangsa Indonesia sendiri," katanya.

Dijelaskan Kadis, program restorasi sosial sangat penting menciptakan kembali rasa persatuan dan kesatuan, sebangsa dan setanah air yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Restorasi adalah menemukan kembali nilai-nilai masyarakat yang sudah memudar atau pengembalian (pemulihan) terhadap keadaan semula, misalnya nilai-nilai pluralisme, kesetiakawanan sosial, budaya malu, tolong menolong, gotong royong dan nilai kejujuran.

Menurut Rajali, nilai-nilai Pancasila memegang peranan penting dalam melaksanakan restorasi sosial. "Nilai-nilai Pancasila yang dimaksud adalah sifat egaliter, yaitu setiap manusia adalah sederajat, mengajak masyarakat untuk saling menegur sapa, yang kaya menyapa yang miskin, yang terdidik menyapa yang tidak terdidik. Sehingga kita akan merasakan bahwa kita semua adalah satu Indonesia," katanya.

Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), menurutnya, memegang peranan penting dalam melakukan restorasi sosial. Peran yang dapat dilakukan PSKS yakni melakukan indikator terhadap masalah sosial di masyarakat, meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi masalah dengan melakukan bimbingan dan penyuluhan sosial, menghubungkan orang dengan sistem dan jaringan sosial yang memungkinkan masyarakat menjangkau dan memperoleh sumber pelayanan dan kesempatan.

Sementara itu Ketua Panitia Siti Rahmi BA melaporkan, kegiatan yang diikuti 60 peserta dari unsur Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), TKSK, LKS/Orsos, tokoh agama, dosen, mahasiswa dan OKP ini bertujuan memberikan pembekalan tentang pentingnya restorasi sosial dalam pembangunan bangsa. Kemudian sebagai ajang silaturahmi dan bertukar pikiran tentang berbagai macam permasalahan yang dihadapi melalui diskusi dan curah pendapat antar peserta.

Tampil sebagai narasumber Dosen Fisip USU Agus Supriadi, Guru Besar Unimed Prof Ikhwan Azhari dan Kadis Sosial Sumut H Rajali. Hadir juga Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Sumut Cut Nurhayati SSos. (R6/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments