Senin, 18 Nov 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Kadinkes Sumut Jenguk Pasien Derita Komplikasi Kelainan Darah di RS Adam Malik

Kadinkes Sumut Jenguk Pasien Derita Komplikasi Kelainan Darah di RS Adam Malik

bantors Selasa, 22 Oktober 2019 20:25 WIB
SIB/Dok
JENGUK: Alwi Mujahid Hasibuan didampingi Zainal Safri menjenguk Sharoon Athifa Armaya (6) yang menderita komplikasi kelainan darah dan gangguan pernafasan yang saat ini dirawat di RSUP H Adam Malik, Senin (21/10).
Medan (SIB) -Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahid Hasibuan MKes menjenguk sekaligus memastikan kondisi pasien Sharoon Athifa Armaya (6) yang menderita komplikasi kelainan darah dan gangguan pernafasan yang saat ini dirawat di RSUP H Adam Malik, Senin (21/10).

Saat dijenguk, gadis cilik asal Sibuhuan ini masih terkulai lemah dengan alat bantu pernafasan. Di tubuhnya juga terpasang dua selang untuk mengeluarkan cairan dan udara dari masing-masing bagian paru-parunya.

"Hari ini saya menjenguk Athifa sesuai dengan perintah dan arahan dari bapak gubernur, yakni untuk memastikan bahwa ia memperoleh penanganan dan perawatan terbaik. Saya sudah berkomunikasi dengan dokter yang menangani. Saat ini, telah dilakukan beberapa penanganan," ujar Alwi kepada wartawan.

Didampingi Direktur Pelayanan Medik RSUP H Adam Malik dr Zainal Safri SpPD KKV, Alwi menjelaskan bahwa diagnosa sementara memperlihatkan bahwa Athifa menderita penyakit Anemia Aplastik yakni kelainan darah karena kerusakan pada produksinya.

Kemudian, disertai dengan sesak napas dengan hemothorax (sumbatan darah) di rongga paru-paru kiri dan pneumothorax di paru kanan.

"Penanganan yang telah diambil oleh dokter yakni mengeluarkan cairan dari paru kiri dan udara dari paru kanan untuk mengurangi sesak nafasnya. Transfusi darah juga telah dilakukan sesuai kebutuhan untuk mengoreksi anemianya. Athifa masih harus rawat inap dan akan terus kita pantau perkembangannya," tutur Alwi.

Selain memastikan penanganan Athifa, kata Alwi, Pemprov Sumut ikut memfasilitasi bantuan pengobatan. Hal ini demi memastikan pelayanan dasar khususnya kesehatan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi.

Sebelumnya, dokter penanggung jawab Athifa yakni dr Hj Bidasari Lubis SPAK menambahkan bahwa kondisi Athifa saat ini memperlihatkan bahwa sesak berkurang dan tidak ada pendarahan spontan.

"Athifa masuk lima hari yang lalu, pada 16 Oktober 2019. Setelah dilakukan tindakan berupa transfusi darah dan chest tube kiri dan kanan, sesak berkurang. Perkembangan selanjutnya akan terus kita amati," ungkapnya. (M17/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments