Kamis, 24 Sep 2020

Kabut Asap di Medan Makin Menipis

Selasa, 22 September 2015 11:44 WIB
Medan (SIB)- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengatakan titik api (Hotspot) di Sumatera Utara (Sumut) tinggal 5 titik. "Kelima titik itu ada di Kabupaten Palas dan di Kabupaten Karo. Kalau di Riau ada 169 hotspot dan juga provinsi Jambi," kata Kabid Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Sunardi di Medan, Senin (21/9).

Menurutnya, jarak pandang di Kota Medan sudah aman, di atas 3000 meter yang dimungkinkan karena sudah menipisnya kabut asap. "Kota Medan cuacanya berawan dan cerah. Secara umum, malam hari bisa terjadi hujan," imbuhnya.

Ia mengimbau masyarakat Kota Medan untuk tetap hati-hati dengan kondisi cuaca saat ini. Sebab, menurutnya, berpotensi tinggi terjadinya banjir. Hal itu tidak hanya dikarenakan curah hujan saja tetapi faktor lingkungan.

"Untuk Kota Medan, berpotensi tinggi terjadinya banjir. Hal ini karena Medan sudah padat penduduk. Apalagi, aliran sungai kita tidak terlalu bagus. Artinya, bukan berarti curah hujan tinggi, tapi adanya faktor-faktor yang memengaruhi itu," terang Sunardi.

Sunardi mengungkapkan, gangguan cuaca berupa tekanan udara rendah masih berada di sekitar Laut Cina Selatan dan mengakibatkan wilayah Sumut dilalui belokan angin sehingga membentuk kumpulan awan.

"Hujan berpeluang terjadi pada malam hari dengan intensitas ringan hingga sedang untuk wilayah pantai timur dan pegunungan Sumut. Sedangkan untuk wilayah pantai barat Sumut, hujan diprakirakan terjadi pada sore dan malam hari dengan intensitas ringan hingga sedang," katanya.

Artinya, dengan kondisi ini masyarakat maupun pemerintah harus mewaspadai longsor untuk pegunungan dan lereng pegunungan dan waspadai banjir khususnya untuk wilayah pantai timur dan bantaran sungai. Berdasarkan peta peringatan longsor bulan September yang dirilis BMKG, terdapat beberapa titik yang berpotensi. Antara lain, Kabupaten Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, Tapteng, Taput, Nias Barat dan Nias Selatan.

Longsor ini pun, sebut Sunardi, tidak hanya dikarenakan curah hujan, melainkan adanya faktor yang melatarbelakanginya. "Hujan hanya faktor pemicunya saja. Sedangkan yang mengakibatkan longsor, bisa saja karena kepadatan penduduk, atau kondisi lingkungan yang sudah tidak bagus lagi," jelasnya. (A21/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments