Kamis, 17 Okt 2019

Menristekdikti Prof M Nasir di Unimed

Jangan Ada Mahasiswa Gagal Kuliah Akibat Miskin

Rabu, 20 Mei 2015 10:44 WIB
Medan (SIB)- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Pof M Nasir mengatakan, semua mahasiswa baru diwajibkan pada rektor baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk melakukan tes narkoba, karena narkoba merusak masa depan anak bangsa. Untuk itu perlu kerjasama dengan BNN agar negeri ini terbebas dari narkoba.

Kalau terbukti mahasiswanya pengguna narkoba maka haknya menjadi gugur dan tak boleh kuliah. Mereka harus dimasukkan rehabilitasi dulu. Anggarannya untuk tes narkoba dikutip dari mahasiswa dan juga tidak mahal, paling-paling Rp 25 ribu. Kalau tahun depan akan kita anggarkan, kata M Nasir menjawab wartawan seusai acara ramah tamah di Unimed, Senin (18/5).

Tentang ijazah palsu, Menteri mengatakan, ada indikasi dilakukan PTS dan pihaknya sekarang sedang melakukan investigasi. Kalau benar akan kami tutup PTSnya. Ada beberapa jumlahnya yang melakukan itu, katanya tanpa merinci jumlah daerah PTS yang menjual ijazah tersebut.

Ditanya tentang rektor USU  Prof Subhilhar yang status pejabat, kata Nasir, harus diselesaikan di internal sendiri. “Kami akan tunggu hasilnya dan akan kami ambil alih kalau tidak selesai-selesai,” katanya.

Apakah pejabat rektor boleh menandatangani ijazah tamatan USU yang akan diwisuda dalam waktu dekat ini? Dijawab menteri, kalau sepanjang rektornya telah ditetapkan MWA, berarti sudah berjalan dan sah saja. Tapi ada batas waktunya, maksimal satu tahun. Kalau lebih dari itu tidak boleh, katanya.

Dalam ceramahnya di lantai 3 Unimed didampingi Rektor Prof Ibnu Hajar yang juga dihadiri Purek II Chairul Azmi Hutasuhut MPd, Purek III Prof Dr Biner Ambarita, Kopertis Wilayah I Prof Dian Armanto dan Rektor Unimed terpilih Prof Syawal Gultom, Menteri mengatakan, PTN dan PTS tidak ada bedanya sekarang ini. Cuma sumber pembiayaan saja yang berbeda.

Diingatkan menteri jangan sampai ada mahasiswa yang gagal kuliah karena miskin, masukkan mereka itu ke bidik misi. Namun yang penting masuk kriteria yang ditentukan. Ciptakan kader potensial yang kelak akan membangun bangsa ini.

Nasir mengingatkan bahayanya narkoba. Ngeri kalau terlibat narkoba. Berbagai cara orang melakukan penyebaran narkoba bisa melalui makanan, roti dan lain-lain. “Jangan-jangan ada bika ambon yang ditaburi narkoba dari daerah ini,” katanya.

Menteri menceritakan ada seorang anak yang terkena narkoba karena kecanduannya mobil dan sepeda motor orangtuanya dijual. Orangtua memang tak tega melihat anaknya terlibat narkoba sehingga ada orangtua yang mengucap “alhamdullilah” ketika anaknya yang terlibat narkoba meninggal. Karenanya masalah narkoba harus menjadi perhatian bersama. Perlu tindakan preventif.

Tentang maraknya ijazah palsu, kata Menteri, ijazahnya asli tapi cara mendapatkannya yang tidak sesuai aturan sehingga ada luar negeri (Inggris) yang tidak percaya dengan kita.

Dikatakannya,  jangan sampai terjadi plagiat, karena itu sama artinya dengan pencuri. Perlu terus dilakukan publikasi karya-karya ilmiah di jurnal sehingga kita bisa masuk kelas dunia.

Acara ditandai dengan tanya jawab dan kata Menteri untuk meningkatkan sistem pelayanan di perguruan tinggi akan dibukanya pusat pengaduan. (A01/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments