Kamis, 21 Feb 2019

Industri Perbankan Syariah Indonesia Diyakini Majukan Perekonomian Indonesia

admin Selasa, 12 Februari 2019 15:20 WIB
SIB/Dok
FOTO BERSAMA : Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P Djajanegara (tengah) didampingi Chief Econimist CIMB Niaga Andrian Panggabean (kiri ) dan Regional Head Sumatera CIMB Niaga Maya Sartika (kanan) foto bersama usai melakukan diskusi membahas tantangan dan peluang perekonomian Indonesia 2019 di Hotel JW Marriot Medan, Senin (11/2).
Medan (SIB) -Syariah Banking CIMB Niaga,Panji P Djajanegara mengungkapkan bahwa industrI perbankan syariah Indonesia diyakini dapat terus berkembang dan berkonstribusi memajukan perekonomian nasional. Pasalnya,banyak peluang dan potensi yang dapat dimaksimalkan,salah satunya berasal dari sektor pembiayaan.

"Hingga saat ini pembiayaan industri perbankan syariah masih didominasi oleh sektor consumer.Padahal perbankan syariah juga memiliki potensi besar untuk turut serta dalam pembiayaan sektor korporasi,"ungkap Panji dalam acara diskusi bersama CIMB Niaga bertajuk "CIMB Niaga Syariah Optimalkan Keuaggulan" di Hotel JW Marriot Medan, Senin (11/2).

Diskusi tersebut membahas tantangan dan peluang perekonomian Indonesia di 2019 termasuk pada sektor perbankan syariah, dihadiri Chief Economist CIMB Niaga, Adrian Panggabean,Regional Head Sumatera CIMB Niaga,Maya Sartika dan para wartawan di daerah ini.

Ia mengungkapkan, hingga September 2019, CIMB Niaga syariah telah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp 24,1 triliuan atau tumbuh sebesar 62,5 % YOY (Year on Year). Dari jumlah tersebut,segmen Business Banking yang antara lain menyalurkan pembiayaan ke proyek-proyek berskala besar seperti insfrastruktur,memberikan kontribusi terbesar yakni Rp 15,1 triliun atau bertumbuh 83,4 % YOY.

CIMB Niaga syriah,ungkapnya, tercatat sebagai satu-satunya UUS (Unit Usaha Syariah ) Bank Buku IV di Indonesia. Posisi ini memberikan keleluasan bagi pihaknya untuk berkontribusi dalam pembiayaan proyek-proyek berskala besar ."Kami akan terus mengoptimalkan keunggulan ini untuk menangkap peluang pembiayaan syariah di bidang insfrastruktur di masa depan,ujarnya.
Untuk menangkap peluang tersebut,lanjut Pandji,UUS PT Bank CIMB Niaga TBK secara aktif bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk menyalurkan pembiayaan berskema syariah.

Selain menggarap sektor pembiayaan,perbankan syariah juga diharapkan dapat mengindentifikasi beragam peluang bisnis lainnya serta mampu menghadapi berbagai tantangan antara lain masih relative rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang ekonomi syariah.

Pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi tantangan tersebut.Misalnya dari sisi literasi,CIMB Niaga syariah akan meningkatkan program edukasi tentang perbankan syariah kepada masyarakat.Baik secara langsung maupun dengan memanfaatkan berbagai media. Kemudian dengan memaksimalkan keunggulan yang dimiliki untuk mengatasi tantangan dari sisi produk dan layanan.

Sebagai bank yang menerapkan "dual banking leverage model " (DBLM, bank ini akan terus memanfaatkan keahlian SDM dan kelengkapan infrakstruktur yang dimiliki bank induk untuk menghadirkan inovasi produk dan layanan yang berkualitas.

"Jadi kami ingin agar nasabah merasakan pengalaman perbankan yang tidak kalah dari bank indukk,baik dari sisi kualitas produk maupun layanan. Dengan menjaga "Customer experience" yang setara bank induk,maka preferensi nasabah terhadap bank syariah akan lebih besar lagi",ungkap Pandji sambil menambahkan CIMB Niaga menawarkan produk dan layanan perbankan baik konvensional maupun syariah dengan 13.511 karyawan per 30 September 2018. (A2/l)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments