Kamis, 06 Agu 2020

IDI Sumut Gelar Simposium Sebagai Profesional, Dokter Harus Mengupdate Ilmu

redaksi Senin, 25 November 2019 11:55 WIB
Foto SIB/Leo Bukit
GONG : Dr dr Henry Salim Siregar SpOG (K) didampingi dr Edy Ardiansyah SpOG, dr Johana, dr Wijaya Juwarna SpTHT (KL) dan lainnya memukul gong membuka simposium IDI Sumut Update Daily Medical Practice, di Medan Sabtu (23/11).


Medan (SIB)
Salah satu kaidah seorang profesional termasuk dokter adalah update ilmunya. Jika anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) update ilmu kedokterannya maka kekuatan organisasi makin kuat dan diharapkan karya-karyanya untuk pembangunan bangsa.
Hal itu disampaikan Sekjen PB IDI Dr dr Henry Salim Siregar SpOG (K) saat membuka simposium IDI Sumut bertajuk "Update Daily Medical Practice," di Medan, Sabtu (23/11).

Ketua IDI Sumut periode 2009-2012 ini mengatakan IDI update ini sarana untuk update ilmu yang diberikan oleh para pakar. Tak ada organisasi kalau tak ada anggota, artinya kepentingan anggota yang utama dalam hal pengetahuan, teknologi termasuk finansial.
Henry juga menyinggung sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ada sisi positif dan negatif. Diharapkan Menteri Kesehatan yang baru memahami hal ini, karena dr Terawan adalah mantan direktur rumah sakit yang tau betul gejolak-gejolak rumah sakit.

Pola Belajar FK Harus Dirubah
Begitupun, ia mengimbau kepada teman sejawat (dokter-red) tetap bekerja dengan hati nurani. "Saya yakin pemerintah akan perhatikan kesehatan dan pendidikan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Henry juga menyampaikan pola belajar untuk fakultas kedokteran (FK) harus dirubah, tidak bisa lagi sistim konvensional kalau mau bersaing dengan internasional.

"Kita mesti ikuti perkembangan zaman kalau tak mau dilindas dari luar. Banyak kerjaan kita ke depannya, tapi kita akan perjuangkan semaksimal mungkin. Dan jangan bawa organisasi profesi ke arena politik, kalau pribadi silahkan," tegasnya.
Sementara Ketua IDI Sumut dr Edy Ardiansyah SpOG mengatakan profesi dokter menekankan paling besar adalah profesi yang dekat dengan kebenaran dan kebaikan. Karena salah satu kaidah profesional adalah tetap mengabadikan kemampuan sebagai seorang profesional. "Atau dengan kata lain bahwa kita tidak terbelakang, tidak ketinggalan dengan ilmu," ujarnya.

Edy juga mengatakan, IDI akan besar dan terus mengembangkan diri karena kekuatan organisasi terletak pada anggota. Ini adalah kekuatan besar untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, karena salah satu kekuatan adalah profesionalisme. Kaidahnya adalah update kemampuan yang tak lepas dari penjenjangan kemampuan itu sendiri dari seorang profesi.

"Hari ini kita kembangkan itu untuk bisa melaksanakan pelayanan kesehatan dan pendidikan kesehatan lebih dekat dengan kebijakan pemerintah. Saat ini kita akui regulasi pemerintah menuntut kita dan disamping itu ada operatornya yaitu BPJS Kesehatan dan kita harus bersinergi, karena UUD 1945 mengamanatkan kita bahwa kesehatan bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Acara tersebut dihadiri Ketua IDI Medan dr Wijaya Juwarna SpTHT (KL), kepala BPJS Medan dr Johana, pengurus dan anggota IDI Sumut, Ketua MKEK dr Suhelmi SpB, Sekretaris IDI Sumut dr Farhat dan lainnya. (M17/f)


T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments