Sabtu, 23 Mar 2019

Harga Pisang Barangan di Medan Meroket, Produksi di Sumut 67.748 Ton

admin Kamis, 14 Maret 2019 16:38 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Harga pisang barangan akhir-akhir ini semakin mahal di pasaran Medan. Selain mahal juga untuk kualitas baik komoditi sudah jarang kelihatan kalau pun ada harganya sangat mahal bisa mencapai Rp 30.000 per sisir.Sedangkan harga terendah Rp 12.000.

Pantauan SIB, Rabu (13/3), di pasar moderen harga pisang barangan dijual dalam bentuk Kg yakni Rp 11.500 per Kg.Harganya bisa mahal,karena turut bongkolnya yang besar sehingga harganya bisa lebih Rp 30.000,akibat kiloannya yang berat. Namun kualitas komoditinya terbilang baik.

Di Supermarket buah Berastagi Buah, bisnis pisang barangan tidak selalu ada. Begitu dipajang diserbu konsumen. Umumnya dijual dalam keadaan masak pokok,masih ada warna hijau dan kuning. Begitu juga di pasar tradisional juga laris, namun pisang dijual bermacam-macam pisang, sehingga ada pilihan bagi konsumen.

"Pisang barangan yang dijual umumnya masak pokok,meskipun mahal,namun tetap dibeli konsumen,"ujar Jamin kepada SIB.

"Kalau pembeli di pasar tradisional ini mencari yang murah.Misalnya pisang ambon ukuran besar Rp 18.000 per sisir.Konsumen lebih memilih pisang ambon ketimbang pisang barangan dengan ukuran besar antara Rp 22.000 hingga Rp 25.000 per sisir, ujar Boru Sirait, pedagang pisang di Pasar Kampung Durian kepada SIB, Rabu (13/3).

Sementara itu sejumlah pedagang mengatakan,khusus pisang barangan semakin langkah dikarenakan banyak dijual ke wilayah Sumatera dan Pulau Jawa. Sebab pemasaran di luar Sumut harga jualnya bisa 2 bahkan 2,5 kali lipat harga di Medan.

Melayani Toko Kue
Sementara itu salah seorang pedagang di kawasan Polonia Medan mengklaim, dia merupakan distributor bisnis pisang barangan di Medan.Pisang barangan dijualnya khusus melayani toko-toko ternama di Medan sekitarnya. Termasuk restoran ternama di kota ini.

Harga jual per sisir,katanya bervariasi mulai dari Rp 17.500 hingga Rp 30.000 per sisir,tergantung permintaan. Setiap hari kami mengantar pisang ke lokasi permintaan,tentunya dalam keadaan mengkal,ujar Bambang,pemiliknya kepada SIB.

Pisang yang dijualnya ini diperoleh dari petani yang memiliki lahan tanaman komoditi ini dan memang sudah ada kerjasama,sehingga memperoleh buahnya secara berkesinabungan. Namun pihaknya pernah mengalami "krisis" buah ini.Tapi tidak lama.

Pantauan SIB di lokasi bisnis milik Bambang ini terlihat kualitas pisang yang dijual umumnya cukup baik,sehingga tidak heran, di sini selalu silih berganti pesanan terus berdatangan.

67.748 Ton
Sementara itu Kadis Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumut melalui Kasi Program Yuspahri Perangin-angin mengatakan, angka sementara saat ini tanam menghasilkan sebanyak 1.290.808 rumpun terdiri dari bermacam-macam pisang dengan produksi sebanyak 67.748 ton.

Centra produksi semua jenis pisang tertinggi yakni Langkat, Deli Serdang,Karo, Simalungun,Tapanuli Selatan. Deli Serdang menghasilkan tanaman sebanyak 226.000 rumpun dan Karo 26.000 rumpun."Jadi perhitungan ini untuk semua jenis pisang. Angka tetap belum lengkap datanya, karena belum masuk laporan dari kabupaten lainnya,"ujar Pahri kepada SIB, Rabu (13/3). (A2/l)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments