Kamis, 24 Sep 2020

Hakim PN Medan Sidang Lapangan Sengketa Tanah di Asam Kumbang

Selasa, 22 September 2015 11:42 WIB
SIB/Rido Adeward Sitompul SH
Majelis hakim yang diketuai Parlindungan Sinaga SH menggelar sidang lapangan kasus sengketa tanah seluas 19.500 M2 di Jalan Asam Kumbang, Kelurahan Asam Kumbang, kecamatan Medan Selayang, Kamis (17/9).
Medan (SIB)- Majelis hakim yang diketuai Parlindungan Sinaga menggelar sidang lapangan kasus sengketa tanah seluas 19.500 M2 di Jalan Asam Kumbang, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, kemarin. Sidang tersebut untuk melihat fisik bangunan yang berada di atas lahan.

Di lokasi, terlihat rumah dan beberapa tanaman jambu di atas tanah yang dikuasai tergugat yakni Bee Robin, sejak tahun 2006. Menurut kuasa hukum Bee Robin, M Syawal didampingi Achmad Mahendra dan Nanang Ariwibowo, pemilik tanah itu secara hukum yang sah adalah Bee Robin.

"Hal itu berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan Nomor 452/Pdt.G/2003/PN.Mdn, tanggal 8 Februari 2005 jo putusan Pengadilan Tinggi Sumatera Utara No.243/Pdt/2005/PT-MDN tanggal 24 Mei 2006, yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Putusan itu memenangkan Bee Robin," tandas Syawal kepada wartawan, Minggu (20/9).

Selain itu, Syawal menerangkan, ada juga putusan Pengadilan Negeri Medan No.165/PDT.G/2004/PN.MDN tanggal 12 April 2006 jo Surat Keterangan No.W2.U1/5632/Pdt.04.10/V/2007 tanggal 29 Mei 2007 telah berkekuatan hukum tetap yang memenangkan Bee Robin. "Dari tingkat pengadilan pertama maupun banding, klien kami menang. Di MA, ibu Aja Bisni mencabut kasasinya," sambung Achmad Mahendra.

Karena tidak mau ribut, Bee Robin dan Aja Bisni sepakat melakukan perdamaian dengan Akta Perdamaian Nomor: 19 tertanggal 17 Oktober 2006 yang dibuat di hadapan Notaris Susan Widjaja SH. Dalam perdamaian itu, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri perkara sengketa dimaksud dengan jalan perdamaian. "Ibu Aja Bisni akhirnya mengakui kalau tanah tersebut milik Bee Robin," lanjut Syawal.

Namun, perjanjian perdamaian itu kandas setelah Lurah Asam Kumbang, Yulian Lubis mengeluarkan Surat Keterangan Nomor: 470/1243/SK/AK/VII/2015. Dalam SK tersebut, H Aja Bisni menguasai sebidang tanah yang terletak di Jalan Bunga Raya Lk V Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang dengan luasnya 21.500 M2 yang seluruhnya tercantum dalam:

1. Surat Keterangan Nomor 594/09/SK-AK/III/2015 dan ketahui Camat Medan Selayang Nomor: 594/20/LEG/SK-MS/III/2015 tanggal 12 Maret 2015.

2. Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Provinsi Sumatera Utara Nomor 03/Pbt/BPN.12.11.2015 tentang pembatalan Sertifikat Hak Milik Nomor 837/Asamkumbang seluas 19.500 M2 tercatat atas nama Bee Robin terletak di Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang.

Akibat adanya SK yang keluar dari Lurah Asam Kumbang itu, Aja Bisni kembali menggugat Bee Robin dan masih proses di PN Medan. Dijelaskan Syawal, pihaknya pernah mendatangi Lurah Asam Kumbang, Yulian Lubis. Mereka datang untuk menyerahkan surat permohonan kepada Lurah Asam Kumbang untuk tidak dikeluarkan Surat Keterangan Tanah, Surat Riwayat Atas Tanah, Surat Keterangan Tidak Sengketa, Surat Rekomendasi Lurah dan surat-surat lainnya yang berhubungan dengan objek tanah Sertifikat Hak Milik No 837/Asam Kumbang seluas 19.500 M2 tercatat atas nama Bee Robin.

"Karena sudah jelas tanah itu milik Bee Robin. Tapi lurahnya tetap mengeluarkan SK. Saya bilang itu udah melanggar hukum," ujar Achmad. Sementara itu, Koordinator Satgas PDIP Sumut, Guntur mencurigai adanya pihak ketiga dibalik gugatan terakhir Aja Bisni. "Saya curigai ada pihak ketiga. Karena tanah milik Bee Robin itu berada di tengah-tengah tanah orang lain," pungkas Guntur.

Terpisah, Lurah Asam Kumbang, Yulian Lubis yang dikonfirmasi wartawan terkait dikeluarkannya SK atas nama H Aja Bisni itu enggan berkomentar banyak. Ia hanya menyebut SK itu keluar berdasarkan adanya putusan dari Mahkamah Agung (MA). Sayangnya, Yulian seperti buang badan saat ditanya wartawan putusan nomor berapa dari MA tersebut. "Ada putusan dari MA. Saya lagi sibuk, lagi rapat saya. Nanti saya telpon lagi ya," cetusnya melalui telepon selular. (A18/f)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments