Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Guru-guru SDN di Langkat Keberatan Dipungut Rp 600 Ribu untuk Biaya Diklat Program Matematika

Guru-guru SDN di Langkat Keberatan Dipungut Rp 600 Ribu untuk Biaya Diklat Program Matematika

admin Jumat, 09 Agustus 2019 12:41 WIB
Ilustrasi
Pangkalansusu (SIB) -Puluhan guru SD Negeri di Kecamatan Pangkalansusu Kabupaten Langkat mengeluhkan karena dipungut uang sebesar Rp 600 ribu/ guru untuk biaya pendidikan dan latihan (Diklat) Matematika Program Guru Sekolah Dasar oleh Yayasan Cakrawala Indonesia Pintar Yogyakarta.

Diklat Matematika Program Guru Sekolah Dasar tersebut disebutkan berlangsung selama dua hari yakni, Rabu-Kamis (7-8/8), yang digelar di gedung SD Negeri 053997 Sei Siur Kecamatan Pangkalansusu.

Beberapa guru mengeluhkan pungutan biaya Diklat hingga ratusan ribu rupiah. Mereka keberatan dengan adanya pungutan tersebut. "Sejumlah biaya yang dipungut dari peserta Diklat telah membebani. Walau kami tahu tujuan Diklat tersebut untuk peningkatan komptetensi guru, tapi uang sebesar Rp 600 ribu itu cukup besar nilainya buat guru seperti kami ini," ucap salah seorang guru seraya meminta SIB tidak menulis nama mereka.

Sebelumnya, Senin hingga Selasa (5-6/8), puluhan guru SD Negeri berstatus ASN (Aparataur Sipil Negara) se- Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat, juga mengikuti Diklat yang digelar di SD Negeri 050750 di Kelurahan Pelawi Utara yang diikuti puluhan peserta.
"Biaya Diklat sebesar itu disebut untuk membayar biaya narasumber, makan, sertifikat dan modul. Hal itu sesuai yang tertera di dalam kwitansi yang dikeluarkan pihak Yayasan Cakrawala Indonesia Pintar Yogyakarta yang ditandatangani Alwin Zaim", ujar salah seorang guru seraya menyerahkan foto copy kwintasi pembayaran biaya diklat kepada wartawan.

Padahal, narasumber Diklat yang diturunkan yayasan itu hanya dua orang saja, tapi kenapa pungutan biaya yang dibebankan kepada setiap peserta bisa sampai Rp 600 ribu". Itu yang kita pertanyakan", ujar guru lainnya dengan nada kesal.

Terpisah, pemerhati pendidikan diTeluk Aru Langkat, Drs Abdul Latif juga memertanyakan adanya biaya Diklat yang dibebankan kepada setiap guru yang mengikuti diklat mata pelajaran tertentu (program matematika).

"Meski diklat itu sangat peting untuk peningkatan kompetensi tenaga pengajar, tapi sebaiknya anggaran untuk itu ditampung di APBD Langkat, bukan dibebankan pakai biaya sendiri oleh peserta Diklat," ucapnya.

Dikatakan, kalau biaya partisipasi guru yang diminta, sebesar Rp 100-150 ribu, hal itu dianggap wajar.
Salah seorang dari pihak Yayasan Cakrawala Indonesia Pintar yang ditemui SIB di lokasi Diklat enggan berkomentar bahkan terkesan menghindari wartawan.

"Maaf pak, saya bukan panitia Diklat. Kalau mau konfirmasi nanti aja datang lagi pukul 16:00, saya akan pertemukan bapak (wartawan-red) dengan panitia", ujar pria yang tidak mau menyebutkan identitas.

Sebelum jam yang ditentukan sekira pukul 15:30, sejumlah wartawan pun coba datang kembali ingin konfirmasi, namun pria tersebut sudah tak kelihatan lagi, sebab acara Diklat sudah bubar sekira pukul 15:00 WIB.

Sementara itu, Kabid SD Dikdas Langkat, Jumiran yang dikonfirmasi SIB melalui telepon selularnya membenarkan adanya kegiatan Diklat Guru-guru SD se-Kecamatan Pangkalansusu yang digelar di SD Negeri 053997 Sei Siur.

Disinggung terkait pungutan biaya Diklat sebesar Rp 600 ribu/ peserta, Jumiran mengatakan, sepanjang tidak melanggar aturan dan guru-guru tidak keberatan hal itu (pungutan biaya-red) tidak ada masalah. "Pungutan biaya Diklat langsung ditangani oleh pihak manajemen Yayasan Cakrawala Indonesia Pintar tersebut", ujar Jumiran yang terkesan tidak bersalah atas keluhan para guru itu.(M25/ c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments