Kamis, 09 Apr 2020

Gubsu Tinjau Benteng Puteri Hijau di Delitua

Selasa, 30 Oktober 2018 13:15 WIB
Deliserdang (SIB)- Gerakan pemyelamatan Situs Benteng Puteri Hijau yang menyimpan sejarah dunia berlanjut. Kegiatan pengembang yang merusak Situs Benteng Puteri Hijau harus dihentikan.

Hal itu menjadi salah satu kesepakatan dan hasil peninjauan yang dipimpin Gubsu Edy Rahmayadi, Bupati Deliserdang Anshari Tambunan dan Ketua Pusat Studi Ilmu Sejarah Unimed Ichwan Azhari dan pihak terkait lainnya di Situs Benteng Puteri Hijau Desa Delitua, Kecamatan Namorambe, Deliserdang, Senin (29/10).

Peninjauan itu merupakan rangkaian dari kegiatan Peluncuran Museum Situs Benteng Puteri Hijau yang terletak di lokasi yang sama. "Alangkah tak beradabnya kalau kita tak menghargai sejarah ini," kata Gubernur Edy Rahmayadi di sela-sela peninjauan.

Dalam kesempatan itu disepakati tindak lanjut upaya penyelamatan Benteng Puteri Hijau yaitu rencana pembebasan lahan, terutama di zona inti oleh Pemkab Deliserdang. Juga tidak dibenarkan lagi adanya aktivitas pembangunan di zona tersebut. Sebab di kawasan itu nantinya juga akan dibangun Museum Benteng Puteri Hijau.

Ia mengimbau masyarakat, agar terus menjaga situs bersejarah di Sumut tersebut. "Situs ini harus kita jaga, kalau tidak kita jaga, hilang nanti ini semua," katanya, sambil menunjuk arah benteng yang terbuat dari tanah.

Tidak terlihat lagi bekas benteng pertahanan. Situs Benteng Puteri Hijau kini ditutupi oleh semak belukar lantaran tidak terawat. Misalnya seperti parit pertahanan Kerajaan Aru sudah dipenuhi pepohonan dan rerumputan yang sangat lebat. Di beberapa titik, ada perumahan yang sudah berdiri sejak lama.
Gubsu bersama rombongan meninjau titik-titik lokasi letak situs bersejarah dunia tersebut. Sewaktu melewati timbunan tanah galian, mereka tak sengaja menemukan pecahan barang yang berasal dari situs itu.

Ia juga sempat melihat lokasi situs yang di atasnya sudah berdiri perumahan masyarakat. Namun Edy tidak menyalahkan warga. "Warga tidak salah, mereka nggak tahu yang diduduki itu situs bersejarah," katanya.

Usai meninjai  lokasi Benteng Puteri Hijau, Edy bersama rombongan melihat barang koleksi yang telah dikumpulkan oleh tim museum selama ini. Sebelum menjadi museum, rumah tersebut merupakan galeri yang sudah didirikan sejak 2015. Kemudian mereka melanjutkan tinjauannya ke Pemandian Puteri Hijau. Di tempat itu, Edy mencuci mukanya di pancuran air kuno tersebut.

Kepala Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial Ichwan Azhari mengatakan, hasil pertemuan dan peninjauan di antaranya pemetaan langkap akan dilanjutkan dan hasilnya akan menjadi sebuah market. Selain itu, Pemkab Deliserdang akan melakukan pembebasan lahan terutama di zona inti seluas 4,5 hektar. "Selain ini juga diimbau agar pembangunan tidak ada lagi," kata Ichwan.

Dikatakannya, akan segera dibangun Museum Situs Puteri Hijau pengganti museum atau galeri yang baru diluncurkan, Sabtu (27/10) lalu. "Kemudian, akan dibuat seminar internasional yang diputuskan pada tanggal 6 dan 7 Desember 2018 di Siba Island," tutupnya. (rel/A12/q)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments