Minggu, 20 Sep 2020

Gubsu Minta Jangan Lagi Terulang Pemadaman Listrik

admin Selasa, 14 Mei 2019 10:00 WIB
SIB/Dok
Rapat Listrik : Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Sekdaprovsu Sabrina memimpin rapat pembahasan listrik dengan PT Perusahaan Listrik Negara dan Pertamina Gas di lantai 10 Kantor Gubsu Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Senin (13/05).
Medan (SIB) -Gubsu Edy Rahmayadi meminta kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) agar pemadaman listrik tidak terjadi lagi di Medan dan sekitarnya. Untuk itu, PLN diminta serius dan benar-benar siaga 24 jam.

Permintaan itu disampaikan Gubsu saat bertemu jajaran PT PLN dan PT Pertamina Gas di ruang rapat Kantor Gubsu Lt 10 Jalan Pangeran Diponegoro No. 30, Medan, Senin (13/5).

"Saya minta tolong kepada saudara-saudara sekalian, ini jangan sampai terulang lagi. PLN harus siaga 24 jam seperti suami Siaga (Siap Antar Jaga) yang istrinya mau melahirkan. Jadi bila ada yang tidak biasa terjadi cepat ketahuan dan bisa diantisipasi," ucapnya tegas.

Sebelumnya, Kamis (9/5) pukul 02.45 WIB pemadaman listrik kembali terjadi di Kota Medan dan sekitarnya. Kemudian pemadaman listrik kembali terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di hari yang sama dan kembali menyala sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, Jumat (10/5).

Pemadaman listrik kata Edy dapat mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. "Ini bulan Ramadan, jadi masyarakat muslim ingin bisa beribadah dengan bagus, memaksimalkan bulan suci ini, jadi ketika mati lampu tentu masyarakat marah," katanya.

Edy juga berharap, persoalan pemadaman listrik harus segera ditangani dan dituntaskan. "Masalah ini sudah ada sejak saya kecil, dan sekarang saya sudah jadi gubernur masih juga terjadi lagi," tambahnya.

Senior Manajer Distribusi PT PLN Wilayah Sumatera Utara Taufik Hidayat beralasan pemadaman listrik pertama karena rusaknya Current Transfermer (CT) di beberapa pembangkit listrik Sumut. Sedangkan yang kedua dikarenakan penurunan drastis suplai gas untuk PLN yang membuat beberapa pembangkit listrik tidak berfungsi.

Penurunan tekanan gas untuk PT PLN pada kasus ini terjadi bukan bersumber dari Pertamina, melainkan tingginya penggunaan listrik masyarakat Sumut dan Aceh pada bulan Ramadan, sehingga masalah ini muncul. Namun, karena sumber gas Pertamina Gas Sumut dari Arun Natural Gas Liquefaction, Kabupaten Aceh Utara maka butuh waktu untuk mengembalikan tekanan

"Ada peningkatan signifikan konsumsi listrik di Sumut sehingga terjadi beberapa masalah termasuk dropnya flowrate gas untuk PLN.
Tetapi, segera kita tangani, kita membuka aliran gas dari Arun untuk menambahkan tekanan ke PLN. Arun cukup jauh dari Belawan, jadi untuk meningkatkan tekanan ke PLN tidak bisa segera, butuh waktu. Tetapi, masalah tidak ada di Pertamina," kata Asisten Manajer Operasi Pertamina Gas Sumut Ramses J Napitupulu usai rapat, sembari mengatakan pihaknya akan rapat dengan PLN untuk menemukan solusi dan pencegahan masalah tersebut.

Sekdaprovsu Sabrina yang hadir pada pertemuan ini berharap ke depannya koordinasi antara PT PLN dan Pertamina Gas lebih baik, sehingga bisa menemukan dan mengatasi masalah lebih cepat. (M11/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments