Selasa, 19 Nov 2019

Gali Kearifan Lokal, Jenny dan Donna Siagian Keluar Masuk Hutan

Senin, 19 November 2018 10:58 WIB
SIB/Dok
MENYANYI - MENARI : J Donna Yulietta Siagian SE, Jenny Riany Lucia Berutu SH dan PKS St Thomas 1 Medan Maniur Rumapea menyanyi dan menari untuk mengedukasi publik.
Medan (SIB) -Hutan menjadikan Jenny Riany Lucia Berutu SH dan J Donna Yulietta Siagian SE fokus menggali kearifan lokal dari kekayaan Indonesia. Ketua Galang Kemajuan (GK) Ladies Sumut itu pun menjadikan rutinitasnya ke luar masuk hutan. Bahkan, pada Sabtu (3/10), Jenny Berutu membawa rombongan besar menanam pohon di perbatasan Sumut - Aceh. "Hutan adalah sumber kehidupan seluruh makhluk, manusia harus menjaganya," tegas istri Drs Romeo Bangun itu.

Hal serupa dilakukan J Donna Yulietta Siagian. Penggiat pemberdayaan perempuan marjinal ekonomi kota itu ikut melakukan seperti dibuat Jenny. Di tengah hiruk-pikuk melangkah bersama, istri ahli teknologi digital Paskalis Sitompul itu pun jengah karena kehidupan manusia dipenuhi hoax. "Konsekuensi dari kemajuan teknologi, yang positif dan hoax berdampingan. Harus disikapi agar hoax tidak jadi barang dagangan," tegasnya di jeda Stosa Art Parade 3 Medan, Sabtu (17/11) mendampingi PKS St Thomas 1 Medan Maniur Rumapea.

Apa kaitan dengan hutan? "Kekayaan Nusantara bersumber dari banyak hal, satu di antaranya dari hutan tapi bukan berarti bisa dieksploitasi sesukanya," ujar Jenny sambil mengatakan untuk pemahaman seperti itu maka masyarakat harus diedukasi semaksimalnya.

Dalam mengedukasi itu Jenny melakukan dengan ragam hal. Mulai dari penyuluhan konvensional hingga melakukan pergelaran seni, bernyanyi dan menari. "Agar pemahaman tersebut sampai pada audiens disesuaikan dengan kesukaan mereka," ujar putri sulung tokoh Pakpak Drs Valentin Berutu (alm) - Ny Makekata Rosanna Br Karokaro Purba tersebut.

Jenny mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya yang membawa bendera GK Ladies Sumut pun merealisir satu poin Nawacita program Presiden Joko Widodo. "Presiden menargetkan, perhutanan sosial yang terdiri dari skema Hutan Kemasyarakatan, Hutan Desa (HD), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Adat dan Kemitraan Kehutanan mencapai 12,7 juta hektare. GK Ladies Sumut optimistis cara itu dapat menyejahterakan rakyat dari sisi kehutanan," tambah menantu tokoh kharismatik Kol Nahud Bangun - Rambah Br Sembiring Kembaren tersebut. 

Sama seperti dilakukan Donna Siagian. Menurutnya, hutan yang memberi kehidupan pun diperlukan masyarakat kota. Hutan kota bermanfaat untuk menyuplai kebutuhan oksigen, menyerap molekul karbon di udara dan sebagai medium serapan air. 

Menjalankan misinya, Donna terus aktif bersilaturahim dengan komunitas apa saja, khususnya emak-emak. Sama seperti Jenny Berutu, setiap dalam kesempatan bersentuhan dengan massa, pengurus Kadin Medan itu mengedukasi. Bernyanyi dan menari bersama publik. "Sampai semua pihak sadar bahwa hutan adalah sangat penting," tegasnya.

Selain itu, seperti selintas diutarakan di atas, ia pun ingin kehidupan sosial warga benar-benar tanpa hoax. Dalam pertemuan dengan kelompok milenial, Donna mengimbau untuk berlaku bijak dan santun di dunia maya. "Yang terbaik, bermain Internet dengan sehat. Tidak sekali-kali mencoba melakukan pembohongan dan kebohongan, meski misalnya hanya dengan meme. Bila sekali berbuat, maka sangat mudah terulang hingga menjadi kebiasaan. Muaranya, kehidupan jadi serba bohong," simpulnya. 

Ia menunjuk pada kegiatan Punguan Raja Siagian dohot Boruna (PRSB) Kota Medan Sekitarnya yang mengadakan seminar Motivasi, Adat dan Budaya Menghadapi 2024 pada Selasa (20/11) di Mutiara Suara Naviri Convention Hall Medan. 

Menurutnya, di semua kesempatan, harus mengedukasi massa untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Jenny dan Donna bilang, sangat gampang membuat kebaikan yakni jujur pada diri sendiri, berjanji pada diri sendiri untuk tidak melakukan satu kesalahan. (R10/f)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments